oleh

PCR RSUDAM dan Balai Veteriner Bakal Digunakan

radarlampung.co.id-Satu alat Polymerase Chain Reaction (PCR)  di UPTD Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Provinsi Lampung kini sudah digunakan. Dari 23 swab yang dites, 13 diantaranya menunjukkan hasil negatif.

Kadis kesehatan Provinsi Lampung Reihana pada Jumat (15/5) diposko Gugus Tugas Penanganan Covid-19 mengatakan dari total 23 sampel swab yang diuji menunjukan hasil negatif yang bisa membawa kabar baik bagi kesembuhan pasien.

“Pasien sembuh nampaknya besok akan bertambah, karena hasil laboratorium dari PCR sudah datang dan hasilnya banyak yang negatif. Dari 23 tes yang dilakukan dengan PCR di Lampung sudah keluar, 13 sampel negatif,” beber Reihana.

Ke 13 sampel ini diantaranya milik pasien dari Rumah Sakit Bandar Negara Husada (RSBNH) dan empat orang asal Tulangbawang Barat.

“Dari hasil ini yang di Tulangbawang Barat tiga tes negatif, namun satu masih positif. Namun belum diketahui apakah yang pertama atau kedua. akan saya jelaskan selanjutnya,” tambah Reihana.

Dia menambahkan, demi mempercepat informasi mengenai pasien positif Covid-19 dan memutus rantai penularan akan ada rencana menambah jejaring PCR dengan menggunakan PCR milik Balai Veteriner dan RSUDAM.

Namun, masih harus menunggu izin dari Kemenkes terkait hal ini. “Insyaallah tapi dalam waktu dekat sebagai jejaring PCR di Balai Veteriner dan RSUDAM ini sedang mendapatkan izin dari Menkes. Sudah ada PCR yang pernah digunakan untuk flu burung, dalam pelaksanaan sudah visitasi dan kita lihat, sedang kami usahakan masuk ke data di Kemenkes sebagai izin pemeriksaan Covid-19. Begitu juga RSUDAM,” lanjutnya.

Namun, dari semua lokasi tes nantinya tetap satu data ke Dinkes Lampung. Hal ini dilakukan karena Dinkes Lampung ingin mempercepat penanganan. “Jadi apakah positif negatif agar bsa memutus rantai ini semoga pemutusan rantai cepat,” tambahnya.

Namun, jika disetujui, tidak berarti dengan tiga lokasi tes akan ada tes massal, karena ada syarat khususs seperti perkembangan kasus, zona-zona yang ada, ada 5 kabupaten yang bersih juga. Dan tidak bisa membandingkan dengan daerah lain, karena tiap daerah punya kajian epidemiologi sendiri-sendiri.

“Untuk Lampung, kajian epidemiologi kita belum waktunya melakukan rapid tes dan tes PCR massal, tapi tidak juga meninggalkan siapa yg memerlukan pasti kita bantu seperti perjalanan luar Lampung karrna tugas. Begitu juga masyarakat tidak perlu khawatir terkait Reagen karena kami sudah mendapatkan bantuan 5000 reagen dan 5000 ekstrak RNA sehingga proses tes dengan PCR bisa terus dilakukan di Lampung,” tandasnya. (rma/wdi)

Komentar

Rekomendasi