oleh

Amazing, Universitas Teknokrat Indonesia Gelar Webinar Perdana Libatkan Perwakilan Tiga Negara

RADARLAMPUNG.CO.ID – Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) menggelar webinar internasional bertajuk “Socio-Economic Implications of Covid-19 Pandemic”. Webinar yang berlangsung pukul 10.00-12.00 WIB, Rabu (20/5), ini diikuti oleh 328 peserta.

Terdapat empat speakers pada seminar ini. Keempatnya adalah, Dr. HM. Nasrullah Yusuf, SE., MBA. (Rector of Universitas Teknokrat Indonesia); Prof. Dr. Muhammad Syukri Salleh (Centre for Islamic Development Management Studies (ISDEV) Universitas Sains Malaysia); Rendy Firnanda, SS. (President of Indonesian Student Association in India); serta Dr. H. Mahathir Muhammad, SE., MM. (Chief of Teknokrat Education Foundation).

Nasrullah Yusuf menerangkan, acara ini adalah webinar internasional pertama dari UTI, dan kali ini melibatkan tiga negara, yakni Indonesia, Malaysia, dan India.

“Kami beranikan mengadakan seminar ini karena kami memiliki kolega dan saudara dari University Sains Malaysia untuk menjadi pembicara utama pada seminar kali ini,” ujar Nasrullah.

Dirinya berharap Webinar tersebut membuka paradigma baru untuk mengadakan web seminar di kemudian hari, untuk berdiskusi dan bertukar gagasan. “Melalui semianr ini, kita mencoba melihat berbagai perspektif tentang dampak COVID-19,” imbuhnya.

Covid-19, kata dia, sangat berdampak pada kehidupan, khususnya di sektor ekonomi dan sosial. Kondisi global seperti saat ini mengubah tatanan kehidupan dari kehidupan normal ke kehidupan abnormal.

“Covid-19 juga berdampak pada bidang pendidikan. Metode mengajar saat ini berubah. Revolusi di bidang pendidikan benar-benar terjadi secara masif.
Kita masih belum tahu apa yang terjadi jika ini diperpanjang sampai bulan-bulan ke depan,” kata dia.

Covid-19 menurutnya mengingatkan kita pada krisis 1998 di Indonesia. “Kita pernah menghadapi krisis yang telah menghancurkan kondisi ekonomi sampai tingkat atas yang merambah ke industri, manufaktur, dan perbankan. Harga-harga sepuluh kali lipat melonjak. Bisnis besar juga tidak mampu membayar,” sebutnya.

Dia melanjutkan, Covid-19 membawa dampak sampai masyarakat kelas paling bawah. Ada kelompok masyarakat yang hanya dapat menghasilkan uang untuk kebutuhan makan hari ini atau besok. Atau ada juga mereka yang memiliki tabungan hanya untuk satu bulan kedepan.

“Dampak Covid-19 awalnya dari pelaku bisnis mikro, lalu berpengaruh ke pelaku bisnis menengah. Hal yang ditakutkan adalah Covid-19 akan berdampak pula pada bisnis besar karena bisnis menengah tidak menjual produk ke bisnis yang lebih besar,” ucapnya.

Menurutnya, kita tidak tahu apakah Covid-19 akan mereda pada tiga, enam, atau tahun-tahun mendatang. Jika terus berlanjut, sambung dia, hal ini tidak hanya merusak ekonomi Indonesia, tapi juga ekonomi regional, mungkin ke Malaysia atau ASEAN.

“Universitas Teknorkat Indonesia contohnya, dalam konteks ini berusaha membantu masyarakat sekitar dengan memberkan zakat kepada masyarakat kurang mampu sesuai yang kampus UTI bisa lakukan,” tukasnya. (rls/sur)

Komentar

Rekomendasi