oleh

Hasil Swab, 20 orang Reaktif Covid-19

 

radarlampung.co.id – Sebanyak 11 orang tenaga kesehatan dinyatakan reaktif virus Corona dari 114 tenaga kesehatan di Puskesmas Gedongtataan dan 73 pemudik yang telah di lakukan rapid tes.

“Dalam rangka deteksi dini dan penjaringan serta antisipasi penularan Covid-19 di Kabupaten Pesawaran, kami melakukan rapid test terhadap orang yang berisiko tinggi seperti pemudik/pendatang yang sedang dalam pemantauan serta kepada tenaga kesehatan yang merupakan garda terdepan dalam pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” ungkap juru bicara tim gugus tugas percepatan penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Pesawaran Dr. Aila Karyus, selasa (26/5).

Menurutnya, pelaksanaan Rapid Test di salah satu Puskesmas di Kecamatan Gedongtataan dilakukan pada 13 Mei lalu terhadap 114 Tenaga kesehatan dan 73 pemudik.

“Setelah dilakukan tracking terhadap yang reaktif didapatkan penambahan 9 orang reaktif, yang merupakan anggota keluarga. Sehingga total hasil Rapid test yang reaktif berjumlah 20 orang, karena semua kondisinya baik dan tidak menunjukkan gejala, mereka berstatus OTG,” ucapnya.

Dia melanjutkan, dari total 20 yang dinyatakan reaktif tersebut dilakukan pengambilan swab dan telah dilakukan isolasi mandiri.

“Pada hari Minggu (24/5), Dinas Kesehatan Kabupaten Pesawaran mendapatkan informasi dari Dinas Kesehatan Provinsi Lampung hasil swab pertama terhadap 8 orang, 2 orang dinyatakan positif Covid19, atas nama Ny.T.Kh/58th Nakes dan Ny.EL/45th/Nakes,” ucapnya

Dengan demikian, lanjut Aila, ke-2 orang tersebut menjadi kasus Konfirmasi Positif Covid-19 (Ps 05 dan Ps 06) untuk Kabupaten Pesawaran. Sedangkan hasil swab yang lainnya belum keluar, pasien selama ini kondisi fisik baik dan tidak bergejala, serta tidak punya riwayat perjalanan sebelumnya dari daerah terjangkit.

Selain itu pihaknya mengimbau seluruh tenaga kesehatan baik di Puskesmas, RS, klinik swasta, praktek dolter, praktek bidan, praktek perawat agar selalu menjalankan protokol kesehatan pada waktu memberikan pelayanan kepada masyarakat. Karena bila banyak tenaga kesehatan yang terpapar virus ini dan harus isolasi 14 hari, siapa lagi yang akan melayani kesehatan masyarakat,” himbaunya.

“Kami juga menghimbau kepada masyarakat agar jujur dalam memberi keterangan kepada petugas kesehatan pada waktu pemeriksaan kesehatan. Pakailah masker, jaga jarak, sering cuci tangan pakai sabun, tetap dirumah bila tidak ada keperluan mendesak, serta berperilaku hidup bersih dan sehat,” pungkasnya. (Ozi/yud)

Komentar

Rekomendasi