oleh

Agung Kembalikan Uang ke KPK

RADARLAMPUNG.CO.ID – Dua saksi meringankan (A de Charge, red) untuk terdakwa suap fee proyek Lampung Utara (Lampura) Agung Ilmu Mangkunegara dihadirkan oleh kuasa hukum Agung, yakni Sopian Sitepu, Kamis (28/5).

Dua saksi yang dihadirkan tersebut Suci Leoni Sari merupakan pengelola usaha gedung serbaguna Graha Mandala Alam milik keluarga Agung. Lalu Rini Tayati selaku sekretaris pribadi ibunda dari Agung.

Menurut Sopian Sitepu tujuan menghadirkan dua saksi meringankan untuk kliennya itu untuk menjelaskan bahwa memang benar adanya usaha milik keluarga Agung.

“Artinya karena di dalam fakta persidangan kemarin itu ada beberapa mobil itu dibeli dari uang pribadi dari Agung, yang diperoleh dari beberapa usaha keluarga, jadi kita membuktikan bahwa usaha keluarga itu memang benar ada dan uangnya benar ada dan diberikan ke Agung. Jadi tidak ada berasal dari uang tindak pidana korupsi, itu yang kita sampaikan,” ujar Sopian Sitepu.

Tidak hanya itu, pihaknya juga sudah mengembalikan penerimaan uang fee proyek yang diterima Agung dengan total keseluruhan sebesar Rp1,4 miliar dan Rp75 juta.

“Kami juga sudah mengembalikan penerimaan dari beberapa fee proyek yang diterima Agung total Rp1,475 miliar dan sudah kita kembalikan ke KPK. Sudah kita tunjukan tadi di persidangan bahwa ada pengembalian,” jelasnya.

Menanggapi mengenai persiapan tuntutan pada pekan depan, Sopian berharap agar tuntutan itu bisa meringankan kliennya.

“Kami persiapan tuntutan berbuat dan menbuktikan di persidangan, terakhir itu masa tuntutan adalah hak dari JPU. Kita hanya berdoa dan berharap kiranya tuntutan tidak tinggi sebagaimana fakta di persidangan, itu yang kita harapkan,” ungkapnya.

Dalam persidangan itu, diketahui Agung mempunyai usaha penyewaan gedung serbaguna yakni Graha Manda Alam. Suci Leoni Sari mengungkapkan bahwa dalam usaha itu penghasilan keuntungan penyewaan gedung bisa meraup keuntungan perbulan mencapai ratusan juta.

“Saya mulai bekerja diberikan kepercayaan mengelola gedung itu sejak tahun 2013. Saya juga dipercaya untuk mengelola keuangan dan pengeluaran gaji seluruh karyawan yang bekerja di gedung itu,” ujarnya.

Menurutnya, kapasitas gedung tersebut mencapai seribu hingga dua ribu orang. Dengan sekali sewa mencapai Rp35 juta. “Ya kalau memang ramai bisa sampai empat kali orang menyewa. Dengan uang hasil gedung itu nantinya akan langsung distor ke Ibunda Agung setiap sebulan sekali, dengan saya potong Rp12 juta setiap bulan untuk gaji dan operasional karyawan juga gedung,” bebernya.

Lalu Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ikhsan Fernandi pun bertanya ke Suci apakah ada catatan pembukuan sewa gedung itu.

Mendapati pertanyaan itu, Suci pun menjawab apabila dirinya membawa catatan itu. “Tetapi cuma tahun ini saja yang saya bawa,” ucapnya.

Mendengar jawaban itu, JPU KPK menyatakan bahwa Suci membawa bukti yang tidak sesuai.

Lalu Ketua Majelis Hakim Efiyanto pun menyambar dan mengingatkan kepada saksi Suci untuk secara utuh membawa catatan yang lengkap.

Sementara itu, saksi lainnya yakni Rini Hayati menjelaskan bahwa Agung merupakan anak kesayangan dari ayahandanya yakni Tamanuri. “Saya ini sudah lama bekerja dengan keluarga beliau (Agung, red). Sudah dari tahun 1999. Yang di mana kebetulan beliau sebagai istri Bupati Waymanan maka jadi ibu penggerak PKK saya jadi sekertarisnya,” terangnya.

Lalu, tidak lama Sopian pun menanyakan hobi dari Agung sejak bekerja di keluarga Tamanuri hingga sampai saat ini.

“Agung ini sebagai anak kesayangan dan saya ingat betul bapak Agung ingin motor besar. Tetapi tidak dikasih oleh maminya, malah dibeliin mobil karena lebih aman, jadi hobinya akhirnya ganti-ganti mobil,” ucapnya.

Setelah itu, Rini pun menuturkan jika keluarga Tamanuri memiliki unit usaha yang dikelola secara pribadi. “Banyak usahanya, ada gedung penyewaan, cucian mobil, kontrakan, dan kosan,” jelasnya.

Menurutnya lagi, Agung juga sering meminta uang ke ibundanya. “Sering malah minta uang Rp100 juta sampai Rp200 juta. Yang memang diambil dari keuntungan usaha, jadi ada bahkan minta yang Rp500 juta di tahun 2017,” katanya.

Rini mengaku tahu adanya permintaan uang tersebut lantaran melekat terus dengan ibunda Agung. “Jadi uang dari hasil usaha itu diserahkan ke anak-anaknya, hanya memang tak terbatas ke Agung karena anak kesayangan,” pungkasnya. (ang/sur)

Komentar

Rekomendasi