oleh

Bakal Ada Pabrik Semen di KEK Pariwisata Telukpandan

radarlampung.co.id – Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pesawaran Sopyan Agani membenarkan ada usulan rencana pembangunan pabrik semen di Kecamatan Telukpandan. Saat ini, usulan dari PT Agung Cahaya Mandiri untuk kepengurusan rekomendasi AMDAL sudah masuk ke Komisi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) Lampung.

“Kita selaku OPD teknis menindaklanjuti
surat rekomendasi dari Badan Koordinasi Penataan Ruang Daerah (BKPRD) Pesawaran Nomor 050/4338/V.01/2018 tentang Rekomendasi Pemanfaatan Ruang,” kata Sopyan Agani, Kamis (28/5).

Menurut dia, OPD teknis berkaitan dengan lingkungan memastikan bahwa ketika perusahaan akan mendirikan pabrik, maka dalam dokumen perencanaan pembangunan harus menyertakan solusi atas dampak lingkungan yang ditimbulkan dari kegiatan produksi.

“Kita melihat bagaimana saat usahanya nanti, perusahaan tersebut patuh dan taat dalam upaya menjaga dan melestarikan lingkungan,” tegasnya.

Terkait lokasi pendirian pabrik semen yang berada di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Teluklandan, Sopan mengajui pertimbangannya karena bahan campuran (baru kapur, Red) ada di kecamatan itu.

“Produksi semen butuh bahan baku lain seperti batu kapur. Di situ (Telukpandan, Red) lokasinya. Selain itu mereka sudah ada izin usaha pertambangan batu di sana,” jelasnya.

Sementara Kasi Perencanaan Kajian Dampak Lingkungan Subekti Setiyanti menambahkan, usulan PT Agung Cahaya Mandiri beberapa hari lalu secara daring sudah dibahas melalui sidang Komisi Penilai AMDAL Provinsi Lampung.

“Dari hasil pembahasan Komisi AMDAL, DLH, Bappeda Provinsi Lampung dan Pesawaran beserta pemrakarsa, menyetujui dan dinyatakan layak lingkungan dengan persyaratan di antaranya memperbaiki peta orientasi lokasi, peta batas wilayah studi, pemantauan dan pengelolaan lingkungan hidup,” kata Subekti.

Hal tersebut harus disesuaikan dengan Perda Nomor 6/2019 tentang RTRW Pesawaran tahun 2019-2039. Kemudian mengacu Perda Provinsi Lampung Nomor 12/2019 tentang perubahan Perda Nomor 1/2010 tentang RTRW Provinsi Lampung,” pungkasnya. (ozi/ais)

Komentar

Rekomendasi