oleh

Dua Daerah di Lampung Bisa Uji Coba New Normal

radarlampung.co.id-Berbagai kajian epidemiologi terkait perkembangan Covid-19 di Lampung terus dilakukan. Dua daerah di Lampung dinyatakan paling siap jika nantinya ada penerapan New Normal.

Hal ini diungkapkan Juru bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di Provinsi Lampung Reihana melalui keterangan persnya Jumat (28/5). Reihana mengungkapkan meskipun Lampung belum masuk daerah yang masuk uji coba New Normal namun Lampung tetap harus bersiap.

“Jadi meskipun Lampung belum masuk daerah uji coba new normal, namun kita harus bersiap. New normal harus dilihat dari kajian epidemiologi. Mulai dari jumlah penduduk, angka kesakitan per 100 ribu penduduk, angka kesembuhan, angka kematian, rasio tempat tidur di rumah sakit per 1000 penduduk,” beber Reihana.

Kemudian, juga dilihat dari Rasio puskesmas per 100 ribu penduduk, ketersediaan SDM kesehatan yang ada di rumah sakit umum daerah di kabupaten/kota juga memperhatikan SDM non kesehatan yang ada di rumah sakit umum daerah kabupaten/kota dan rasio Puskesmas terhadap jumlah dokter umum, perawat, bidan, tenaga kesehatan lingkungan, dan analis laboratorium.

“Setelah diambil data-data tersebut keluarlah dua daerah di provinsi Lampung, ini kalau nanti kita akan melakukan new normal yaitu Pringsewu dan Metro. Walaupun kenyataannya daerah yang dua daerah yang masih hijau yaitu Mesuji dan juga Lampung Timur,” tambahnya.

Alasannya, karena beberapa hal yang dinilai dari kajian epidemiologi. untuk Pringsewu, kasus terkonfirmasi bukan tidak banyak, ada juga namun lebih sedikit dibandingkan daerah lain. Karena daerah terbanyak Bandarlampung, Lampung Tengah yang mengejar Lampung Selatan.

“Tapi di Pringsewu dan Metro kasus lebih sedikit dan dilihat dari angka kesakitan, angka kesembuhan. Kalau di Pringsewu angka kesembuhan 100% karena dia sedikit kasusnya dan sembuh semua. Di Metro unggul angka kesakitan, namun kesembuhan 25% dan rasio tempat tidur dia banyak rumah sakit yang siap. Jadi banyak faktor yang dikaji, dan kita tidak mau kejadi seperti Jawa Timur. Kita harus prepare, yang jelas kurva kita pandemi masih berlangsung dan belum bisa dikendalikan,” tambahnya.

Untuk itu, Reihana terus mengajak masyarakat merubah gaya hidup menyikapi pandemi Covid-19. Apalagi karena Lampung tidak menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), dan hanya sekedar diingatkan nantinya. Maka kedisiplinan masyarakat lah yang sangat dibutuhkan.

“Jadi soal PSBB dengan tidak itu hanya produk hukumnya, karena kalau protokol kesehatan semua sama tapi kalau sudah PSBB sudah ada sanksi hukum. Kalau belum PSBB belum ada, hanya mengingatkan. Maka new normal yang akan berperan ialah TNI Polri, karena dilapangan akan dilihat apakah masyarakat akan patuh.. yang jelas lifestyle berubah. Masker lifestyle kita, kalu tidak mau cuci tabgan pakai sarung tangan, kalu tidak ada cuci tangan pakai hand sanitizer, dan jaga jarak itu yang paling sulit,” tandasnya. (rma/wdi)

Komentar

Rekomendasi