oleh

Hotel Siapkan SOP Hadapi New Normal

radarlampung.co.id – Beberapa waktu lalu, pandemi covid-19 terus melumpuhkan sejumlah bidang usaha tidak hanya di Lampung, tapi juga seluruh Indonesia. Bidang perhotelan khususnya yang disebut-sebut terkena dampak paling besar di banding bidang lainnya.

Meski beberapa hotel sedang berusaha bangkit dengan memunculkan sejumlah inovasi yang sesuai dengan situasi saat ini. Namun beberapa diantaranya adapula yang tetap memilih shut down sambil memantau situasi terkini. Salah satunya, Hotel Radisson Lampung Kedaton.

Director of Sales and Marketing Hotel Radisson Lampung Kedaton, Erwin Suwondo mengatakan, pihaknya memutuskan untuk memperpanjang masa shut down atau tutup sementara hingga akhir Juni 2020.

“Masih belum ada perubahan yang signifikan. Kami putuskan selama Juni ini masih close, dan planning kita baru akan open di Juli, tapi belum memastikan tanggal apakah di awal atau pertengahan, kita belum tau,“ katanya kepada radarlampung.co.id, Senin (1/6).

Dia mengatakan, hotel mempertimbangkan untuk memperpanjang masa shut down, lantaran jika diamati bisnis perhotelan saat ini belum menunjukan perkembangan yang baik. Beberapa hotel yang memutuskan untuk tetap buka selama masa pandemi juga mendapatkan tingkat okupansi yang rendah.

“Kalau di tahun-tahun kemarin, di bulan ramadhan sebelum lebaran saja biasanya rata-rata okupansi 90 persen, bahkan ada yang 100 persen. Tapi lebaran kemarin masih rendah, artinya orang-orang masih takut untuk melakukan vacation di hotel, itu untuk di Lampung,“ katanya.

Sementara untuk di luar Lampung, sambung dia, saat ini, ada banyak persyaratan yang harus dipenuhi untuk melakukan traveling keluar kota. Orang-orang yang ingin bepergian juga wajib mengantongi surat keterengan kesehatan dan lain. Hal ini jelas membuat sejumlah berpikir dua kali untuk melakukan perjalanan.

“Jadi karena semua pertimbangan tersebut, kita putuskan kita masih close selama Juni ini, dan karyawan yang masuk juga masih tetap sebagian seperti bulan lalu,“ tandasnya.

Rendahnya tingkat okupansi yang dicapai perhotelan selama masa pandemi covid-19, juga dibenarkan Corp DOSM Emersia Group, Rafizon Chaniago. “ Kalau untuk kondisi sekarang, saya rasa semua hotel sedang terpuruk. Okupansi kami juga menurun sekali, hanya berkisar dibawah 20-an kamar,“ jelasnya.

Karenanya, selama masa pandemi ini, hotel lebih banyak memilih fokus dan mengandalkan penjualan food and baverag (F&B) dengan menyediakan layanan food delivery. Untuk kamar sendiri, Emersia Hotel and Resort Bandarlampung memang tidak membuka semua kamar. Hanya sekitar 35 sampai 50 kamar dari total 122 kamar.

Meski begitu, pihaknya juga secara ketat menjalankan protokol kesehatan di hotel sesuai dengan himbauan pemerintah. Seperti tamu harus mencuci tangan, dan kami menerapkan kawasan masker. Karyawan juga dilengkapi alat pelindung diri seperti masker, kacamata goggle, dan sarung tangan.

Di samping itu, pihaknya juga mengaku tengah bersiap untuk menghadapi era new normal di masa-masa pandemi covid-19. “Kami berusaha meyakinkan tamu bahwa Emersia telah menyiapkan SOP yang akan dijalankan untuk mejaga kesehatan lingkungan,“  katanya.

Selain melakukan pengukuran suhu tubuh, dan menyediakan alat cuci tangan, hotek juga menyiapkan masker bagi pengunjung. Tamu yang menginap lebih dari satu malam, akan dilakukan pengecekan suhu tubuh setiap hari. Sistem breakfast juga dirubah dengan diantarkan secara privat ke masing-masing kamar.

Untuk kamar yang sudah selesai digunakan oleh tamu akan langsung disemprot dengan disinfektan dan dibersihkan secara menyulur dengan mengganti seprai dan lain-lain. Kamar itu juga akan disitirahatkan selama sehari sebelum dibuka kembali untuk tamu yang lain.

“Jadi dipastikan steril terlebih dahulu sebelum diberikan pada tamu yang lain. Kita memperhatikan kehigienitasan konsumen sampai hal terkecil, misalnya pulpen untuk tanda tangan bill, setelah digunakan satu tamu akan diletakan di wadah khusus untuk disterilisasi sebelum digunakan kembali,“ tambahnya.

Selain itu, kata dia, untuk menyambut new normal, hotel juga tengah menyiapkan standar dan prosedur untuk menggelar wedding party atau meeting. “Seperti yang kita tau kalau sekarang memang masih dihimbau untuk tidak melakukan pesta. Tapi jika hal tersebut nantinya sudah diijinkan untuk dilaksanakan, kami sudah mempersiapkan prosedurnya,“ katanya.

Misalnya, jelasnya, dalam melakukan wedding party atau meeting, dalam sisi kapasitas gedung, pihaknya hanya menggunakan sekitar 40 persen dari kapasitas gedung normal yang digunakan biasanya. Begitu juga dengan resto, yang normalnya dulu bisa dipakai untuk 100 seat, sekarang kita ubah menjadi sekitar 40 seat.

“Jadi ada jarak sekitar 1 meter dari satu kursi ke kursi lainnya. Ruang meeting juga sama, yang normalnya bisa digunakan 150 orang, pada new normal nanti kami hanya memberikan kapasitas sekitar 40 persen dari total itu,“  tandasnya. (Ega/yud)

Komentar

Rekomendasi