oleh

Wacana New Normal Bikin Warga Bandarlampung Turun ke Jalan

 

radarlampung.co.id – Semenjak diwacanakannya The New Normal oleh pemerintah pusat, warga Kota Bandarlampung mulai beraktivitas seperti biasanya. Ini terlihat kuantitas kendaraan dan aktivitas warga di tempat-tempat umum mulai meningkat.

Salah satu warga Telukbetung Utara, Memet (28) mengatakan, peningkatan itu dipicu karena adanya isu New Normal yang tengah berkembang di lingkungan Kota Bandarlampung. Menurutnya, peningkatan itu mulai terasa sejak sepekan ini.

“Jumlah kendaraan itu semakin meningkat. Terus pedagang-pedagang di pinggiran jalan sudah mulai buka. Bahkan pada malam hari, tanpa ada penjagaan,” katanya kepada Radar Lampung, Selasa (2/6).

Selain itu, katanya, peningkatan itu juga diperkirakan karena faktor ekonomi yang mulai menurun, sejak lebih kurang dua bulan terakhir mengalami penutupan secara mandiri.

Melihat kondisi itu, dia berharap kepada pemerintah setempat untuk melakukan pengetatan-pengetatan agar dapat mencegah penyebaran pandemi Covid-19. Dia mencontohkan, tim gugus tugas dapat memberlakukan pengaturan para pengunjung pada pusat perbelanjaan/swalayan.

“Ya, mungkin tim gugus tugas bisa mememinta swalayan mengatur jumlah para pembeli yang masuk. Atau mengatur jadwal dan jumlah pedagang di pasar-pasar tradisonal,” ujarnya.

Dia juga menyebutkan, upaya pengetatan itu seharusnya dapat dimaksimalkan, selain melakukan sosialisasi kepada warga Bandarlampung. “Karenakan, kalau kita lihat, kalau dengan imbauan, nyatanya masih banyak warga yang terlihat tidak memakai masker di tempat umum,” ucapnya.

Tak jauh berbeda, Safrudin (34) warga Kedaton mengatakan, peningkatan jumlah warga yang turun kejalan berimbas pada kegiatan malam. Yang kini, para pedagang kaki lima sudah mulai membuka dagangannya.

“Contohnya di Lungsir itu udah mulai dibuka. Tapikan, bagusnya tetap melaksanakan protokol kesehatan, dan terlihat kadang ada juga tim gugus tugas yang datang menghampiri,” katanya.

Namun, dirinya menilai, terkait peningkatan jumlah kendaraan di jalan-jalan protokol justru masih cenderung belum mengalami peningkatan yang signifikan. “Kalau peningkatan jumlah kendaraan, menurut saya sih masih sama saja, belum siginifikan,” ujarnya.

Peningkatan justru terjadi di pusat-pusat perbelanjaan. Meski demikian, dirinya menilai kesadaran warga Bandarlampung untuk menggunakan masker dan menerapkan protokol kesehatan cukup baik.

“Di pasar dan swalayan malah ramai. Tapikan mereka memakai masker dan sadar dengan protokol kesehatan,” pungkasnya.

Sebelumnya, Walikota Bandarlampung Herman HN, Kota Tapis Berseri selama ini tidak sempat mengalami fase keabnormalan pada aktivitas lingkup arus ekonomi. Sehingga, pihaknya tidak atau belum mengeluarkan kebijakan penutupan pusat-pusat keramaian.

“New Normal kita (Kota Bandarlampung) ini ga ada begituan, Bandarlampung ini normal-normal saja. Tidak pernah pemerintah secara kebijakan menutup sektor usaha yang menjadi fokus keramaian seperti di daerah lain,” katanya.

Namun, menurutnya, pihaknya telah melakukan imbauam kepada semua tempat keramaian untuk menerapkan protokol kesehatan. New normal tersebut umumnya diperuntukan terhadap daerah-daerah yang secara keadaan banyak mengalami perubahan dari segi kebiasaan dan aktivitas ekonomi.

“Jika ingin tetap buka ya silahkan buka, saya tidak melarang. Namun kalau ketahuan melanggar protokol secara tegas akan ditutup tempat usahanya,” tegasnya. (apr/yud)

Komentar

Rekomendasi