oleh

Kreatif, Mahasiswa Produksi Pelindung Wajah

radarlampung.co.id – Pandemi Corona (covid 19) yang makin menyebar di tanah air salah satunya di provinsi Lampung, menggugah siapa saja untuk bisa melawan penyebaran covid 19.

Boby Aldo Saputra (22) mahasiswa jurusan perikanan kelautan universitas Lampung, Ia bersama teman temannya berhasil membuat alat pelindung diri (APD) dan perlengkapan lainnya, yakni Face shield (alat pelindung wajah). Kemauannya bersama rekan rekannya melakukan itu lantaran tergerak hati nuraninya untuk langsung mencegah penyebaran Corona.

Face shield atau pelindung wajah yang dibuatnya dari bahan mika PVC ini, diproduksi secara manual. Selain dijual, Boby dan rekan satu komunitas juga membagikan gratis face shield tersebut.

“Saya awalnya dagang masker, lama kelamaan saya berpikir gaimana caranya saya harus terlibat dalam penanganan covid 19,” kata Boby Rabu (3/6).

Dari situ lah muncul ide untuk memproduksi face shield. Dirinya mendapatkan referensi pembuatan face shield dari salah satu temannya yang tergabung sebagai relawan di PMI pusat Jakarta.

Referensi yang ia terima itulah menjadi percontohan untuk memproduksi face shield. “Kebetulan kita juga dalam satu komunitas insan cekatan. Selain anggota komunitas, ada empat orang karyawan yang sengaja kita pekerjakan untuk bikin face shield,” katanya.

Pembuatan face shield ternyata tak semudah yang dibayangkan sebelumnya. Terlebih lagi kendala bahan peralatan yang bisa dikatakan ala adanya.

Boby yang merupakan ketua dari komunitas insan cekatan (KIC) mengatakan, tempat atau rumah produksi yang berada di Labuhan Dalam, Kecamatan Tanjung Senang menumpang bekas bimbel. Sejak pandemi merebak, bimbel tersebut tak dimanfaatkan lagi. Boby yang mengenal pemilik bimbel akhirnya mendapatkan izin untuk sebagai tempat produksi sementara.

Kendati demikian, produksi face shield sejak berdiri Maret lalu ini sudah mampu memproduksi 300 face shield perhari.

“Tergantung banyaknya pesanan, tapi maksimal perhari kita kerjakan 300 sampai 500 face shield,” jelas Boby.

Modal awal pembuatan face shield tersebut diakuinya berasal dari uang pribadinya. Namun, lambat laun komunitas yang ia bentuk bersama rekannya mulai mendapatkan suntikan dana dari para donatur doantur. Akhirnya, face shield buatan mahasiswa unila ini tidak hanya dijual namun juga untuk di donasikan kembali.

APD dan face Shield yang ia donasikan selain untuk tenaga medis, donasi juga disampaikan kepada korban puting beliung di kabupaten Tulang bawang.

Dirinya mengatakan face shield biasa dijual satuan dengan harga Rp 10 ribu- Rp 20 ribu. Tidak hanya bagi pengguna usia dewasa, Boby dan kawan kawan juga membuat ukuran anak anak.

Bahkan konsumen yang memesan banyak juga dari kalangan sekolah. “Semua ukuran, kita juga bisa bikin custom sesuai pesanan,” ujarnya.

Sementara rekan satu komunitas, Fadel mengatakan untuk pembuatan satu buah face shield memakan waktu sekitar satu menit. Prosesnya, setiap anggota komunitas punya tugas masing masing. “Ada yang motong motong, nempelin bahan ke mika, dan finishing,” imbuh Fadel.

Alumni Universitas Bandar Lampung Jurusan Teknik Sistem Informasi ini mengaku bagian yang paling sulit adalah merekatkan kaca mika dengan busa pelindung.

Namun itu hanya dialami saat awal pembuatan. “Kalau sekarang sih gak ada kendala, cuma kadang susah beli bahan. Bahan nya kita beli di disini kadang kosong,” ucapnya.

Fadel pun tak keberatan harus menghabiskan waktu hingga dini hari, agar pesanan konsumen bisa segera terpenuhi. “Kadang kita kerjain sampe jam tiga subuh,” katanya.

Sementara itu, Bela (20) salah satu karyawan resto cepat saji di kawasan Kedaton, mengaku membeli 10 unit faces shield untuk karyawan tempat ia bekerja.
Lantaran, aktifitas dalam bekerja yakni melayani pembeli harus berhadapan langsung dengan konsumen. “Manajer kami yang pesan, jadi kita wajib pake face shield,” kata Bela.

Wanita berhijab itu menambahkan ini kali pertama ia order face shield buatan komunitas insan cekatan. Namun tidak menutup kemungkinan, untuk menambah jumlah orderannya. “Sudah kebijakan dari pusat, di tengah pendemi ini, jadi semua karyawan harus pake face shield,” pungkasnya. (gar/ang)

Komentar

Rekomendasi