oleh

Lampung Mengajar Memasuki Tahap Assessment

RADARLAMPUNG.CO.ID – Program Lampung Mengajar tahun 2020 memasuki tahap assesmen setelah dilakukannya seleksi berkas kepada 187 pengajar muda. Namun, 15 orang resmi mengundurkan diri.

Ketua Tim Asesment UPT Pengembangan Karir dan Kewirausahaan (PKK) Unila Auliani Gahara menjelaskan, asesmen dilakukan tiga hari, mulai Selasa (2/6). Peserta diberikan waktu sekitar 40 hingga 45 menit untuk diuji dengan masing-masing asesor.

“Ini hari pertama, kalau sesuai jadwal harusnya ada 60 orang yang mengikutinya dan terbagi ke enam asesor. Sampai sekarang sudah ada 15 orang yang mengundurkan diri. Rencananya kalau keadaannya seperti ini kita akan coba hari ketiganya dimajukan saja jadi nanti akan kita evaluasi lagi. Artinya asesmen akan dilakukan selama dua hari saja. Tapi kalau hari ini padat kita akan melakukan tiga hari,” ujarnya, Selasa (2/6).

Ia menjelaskan, penilaian ada dua, yaitu psikologis dan pengajaran.

Psikologis sendiri ada lima aspek yang dinilai, di antaranya tanggung jawab, sosial, dan komunikasi. Kemudian pengajaran atau pengayaan materi pendidikan, terdapat test micro teaching yaitu bagaimana calon pengajar tersebut membuka dan memaparkan materi.

Terpisah, Kepala UPT PKK Unila Diky Hidayat menambahkan, program Lampung mengajar tersebut kerjasama dengan Pemprov Lampung, dan setiap tahun pihaknua diminta oleh Disdik Pemprov untuk melakukan seleksi, di mana seleksi tersebut akan melalui beberapa tahapan, meliputi pengumuman seleksi berkas, dan selanjutnya tes tulis serta asesmen atau wawancara.

“Tapi karena tahun ini kondisi saat ini tidak memungkinkan untuk dilaksanakannya tes tulis, sehingga kita hanya melakukan seleksi berkas dan asesmen langsung. Namun dalam asemen ini ada pengayaan seperti wawancara psikologis dan pengayaan materi pendidikan,” jelasnya.

Dijelaskannya, peserta yang mendaftar untuk program Lampung Mengajar sebanyak 187 orang, namun saat assesmen terdapat peserta yang tidak hadir.

“Biasanya setiap tahapan kita adakan berita acara yang nanti akan kita laporkan secara tertulis. Kemudian, pada pertengahan Juni setelah dirapatkan oleh tim Unila dan dinas pendidikan baru bisa diumumkan,” jelasnya.

Ia menambahkan, sebagian besar pendaftar berasal dari Lampung, sekitar 90 persen. Program Lampung mengajar ini adalah penempatan tenaga guru pada mata pelajaran tertentu di tempat terpencil, terluar, dan terisolasi.

“Jadi memang penempatan teman-teman ini akan ditaruh di tempat seperti Kabupaten Pesisir Barat, Mesuji, Waykanan, Lambar, dan lainnya. Sedangkan, untuk program ini dibutuhkan 36 guru,” pungkasnya. (rur/sur)

Komentar

Rekomendasi