oleh

Parosil Tetap Gencarkan Pangan Mandiri, Ini Alasannya

radarlampung.co.id – Sebagai kabupaten agraris, Lampung Barat memiliki stok pangan yang aman. Namun program pangan mandiri terus digencarkan Bupati Parosil Mabsus.

Ada beberapa pertimbangan. Salah satunya potensi krisis pangan pasca pandemi virus Corona.

Menurut Parosil, stok pangan di Lambar masih masuk dalam katagori aman. Ada 10.420 ton cadangan pangan milik pemerintah daerah dan 39.580 ton stok penyangga milik Bulog. Kemudian 100 ton cadangan untuk tanggap bencana dan 200 ton untuk kebutuhan sosial.

”Alhamdulillah, stok pangan Lampung Barat masih dalam kategori aman. Tentu ada alasan mengapa program pangan mandiri digulirkan pemerintah daerah,” kata Parosil saat mengikuti web seminar (Webinar) Membangun Kemandirian Pangan Daerah Dalam Upaya Mewujudkan Ketahanan Pangan Pasca Covid-19,  melalui Aplikasi Zoom Meeting, Kamis (4/6).

Dijelaskan, ada potensi krisis pangan akhir Agustus 2020 sebagai dampak penyebaran virus Corona. Ini sebagaimana peringatan Food and Agriculture Organization (FAO).

”Kemudian bapak presiden Jokowi   menyoroti ancaman krisis pangan dan ketahanan energi. Krisis ekonomi dan pembatasan sosial menyebabkan deindustrialisasi dan turunnya daya beli masyarakat, serta terganggunya jalur distribusi perdagangan, pangan dan rendahnya daya serap komoditas pertanian dan perkebunan yang menjadi urat nadi kabupaten,” paparnya.

Karena itu, lanjut dia, pemerintah daerah konsisten dan fokus dengan pangan mandiri. Ditandai dengan Surat Edaran Bupati Lampung Barat Nomor: 060/331/III.9/2020 tentang Himbauan Pelaksanaan Program Pangan Mandiri untuk Mendukung Penyediaan Pangan di Masa Penyebaran Covid-19.

”Melalui program pangan mandiri, maka akan menjadi program jangka panjang ketahanan pangan. Pemerintah dan rakyat sebagai pondasi terciptanya ketahanan pangan rumah tangga, tersedianya keragaman pangan alternatif rakyat berbasiskan pangan lokal, terciptanya lumbung pangan rakyat di semua tingkatan serta terwujudnya kemandirian pangan di Lambar,” urainya.

Untuk variabel program pangan mandiri terdiri dari pemanfaatan pekarangan rumah dan lahan kosong sebagai kebun pangan mandiri, melaksanakan urban farming untuk lahan sempit dengan media tanam polybag, pot dan barang bekas.

Pelaksanaan program pangan mandiri dilakukan melalui Seruan Program Pangan Mandiri dengan SE 060/331/III.18/2020, pembagian bibit hortikultura oleh pemkab melalui Tim Penggerak PKK dan elemen lainnya. (nop/ais)

Komentar

Rekomendasi