oleh

Soal Pilkada, PAN Lampung Masih Wait and See

radarlampung.co.id –  Tidak seperti beberapa parpol lain yang sudah tancap gas memberikan rekomendasi kepada Bakal Calon Kepala Daerah (Balon Kada) menuju Pilkada Serentak 2020 yang bakal dilaksanakan pada 9 Desember 2020,  DPW PAN Provinsi Lampung masih wait and see melihat keadaan.

Plt Ketua DPW PAN Provinsi Lampung Irfan Nuranda Djafar mengatakan, saat ini  pihaknya tengah fokus memerangi pandemi Covid-19 meski pemerintah telah mengeluarkan kebijakan new normal. “Masih menunggu kabar dari DPP, ” ucapnya,  Kamis (4/6).

Senada,  Sekretaris DPW PAN Provinsi Lampung Iswan H Caya mengatakan,  saat ini mengenai rekomendasi balon kada tengah digodok di DPP.  Di mana,  pihaknya juga sudah mengirimkan nama-nama balon kada dan wakil kepala daerah ke DPP bagi daerah yang telah melaksanakan proses tahapan penjaringan.  “Nama-nama sudah kita ajukan dari jauh hari,  prosesnya tinggal menunggu DPP, ” ujarnya.

Sementara Ketua DPD PAN Kota Bandarlampung Wahyu Lesmono mengaku saat ini pihaknya masih belum bisa bersikap terkait rekomendasi akan diberikan ke siapa.

Diketahui,  ada enam kandidat yang sudah melaksanakan pemaparan visi dan misi partai berlambang matahari ini,  pada Sabtu (11/1). Yakni,  Rycko Menoza,  Amin Fauzi AT,  M.Yusuf Kohar,  dan Firmansyah Y Alfian. Sementara,  Eva Dwiana Herman HN dan Wahyu Lesmono.

Catatan Radar Lampung,  PAN termasuk partai yang memiliki dinamika tinggi dan penuh kejutan dalam mengeluarkan rekomendasi Balon Kepala Daerah. Beberapa waktu lalu,  Tim Pilkada Pusat PAN menentukan rekomendasi bayangan berbentuk surat tugas kepada dua Balon Bupati. Yakni Musa Ahmad Balon Bupati Lamteng,  dan Raden Adipati Surya Balon Bupati Waykanan.

Tentunya,  jika menilik kedua sosok itu,  baik Musa Ahmad maupun Raden Adipati Surya merupakan sosok yang kuat di masing-masing daerahnya. Adipati memiliki kursi penuh untuk berlayar serta merupakan petahana,  sementara Musa Ahmad yang juga politikus Partai Golkar memiliki kans tersendiri berpasangan dengan Ardito. “Sampai saat ini masih wait and see,  kita menunggu kabar teranyar dari DPP, ” ucap Wahyu. (abd/wdi)

Komentar

Rekomendasi