oleh

Polda Lampung Tarik Kapal WNA ke Perairan Jakarta

RADARLAMPUNG.CO.ID – Ditpolair Polda Lampung telah mengawal kapal yacht, milik Warga Negara Asing (WNA) bernama Tadeusz Nowicki (70), yang dirampok di perairan Sumatera Selatan (Sumsel), 22 Mei 2020 lalu ke Jakarta.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad mengatakan, korban Tadeusz Nowicki melalui kedutaan besar Australia yang ada di Jakarta meminta kepada pihaknya untuk menarik kapal tanpa mesin tersebut kembali ke Jakarta.

“Dia mohon bantuan kepada kami meminta ada yang menjamin dari institusi setempat, dalam hal ini mendorong kapalnya sampai ke Jakarta dan dilindungi secara diplomatik dokumen mereka ini. Dan Polda Lampung diminta memfasilitasi itu, dan saat ini apa yang kami lakukan ialah berkomunikasi dengan pihak Syahbandar untuk membuatkan lagi dokumen-dokumen kapal yang telah hilang akibat dicuri,” ujarnya, Minggu (7/6).

Setelah selesai berkomunikasi dengan pihak Syahbandar, akhirnya kapal korban bisa ditarik ke perairan Jakarta pada Sabtu (6/6) kemarin. “Ya, kapalnya sudah berhasil ditarik ke Jakarta kemarin (Sabtu, red). Kapal milik korban ditarik para nelayan yang tentunya dikawal Ditpolair Polda Lampung, mereka berlayar dengan didukung surat-surat dokumen menuju ke Jakarta. Sampai di sana telah dicek keimigrasian beliau,” ucapnya.

Sementara ini, kemarin pasca kejadian korban masih menetap di Tuba sampai ada perintah ditarik ke Jakarta. “Dan memang ada jajaran kita di sana, yakni Polres Tuba menjamin keamanan dan kebutuhannya di sana,” jelasnya.

Menurutnya, pihak kedutaan besar Australia mengapresiasi kesigapan petugas gabungan yang tergabung dalam Polda Lampung, Basarnas, juga para masyarakat yang telah sigap memberikan bantuan kepada Tadeusz Nowicki (70).

“Jadi sering berkomunikasi dengan saya itu yakni pihak kedutaan besar Australia. Utusan kedutaan besar Australia itu sangat mengapresiasi Polri dan Basarnas juga nelayan di Tuba bahwa sangat berterimakasih,” bebernya.

Ditanya sampai di mana kasus penyidikan mengenai aksi perampokan yang dialami WNA tersebut, Pandra -sapaan akrabnya- menjelaskan bahwa kasus itu hingga saat ini telah dilimpahkan ke Polda Sumsel. “Kejadiannya di perairan Sumsel. Jadi pihak Polda Sumsel yang hingga kini masih melakukan penyelidikan,” ungkapnya. (ang/sur)

Komentar

Rekomendasi