oleh

Penyerahan SKL Dilakukan Sesuai Protokol Kesehatan

RADARLAMPUNG.CO.ID – Lulusan SMP/sederajat menerima Surat Tanda Kelulusan atau surat keterangan lulus (SKL). Itu setelah kelulusannya diumumkan Jumat (5/6) lalu via online.

Terpantau di SMPN 23 Bandarlampung, pengambilan SKL tersebut bukan dilakukan siswa, melainkan oleh masing-masing orang tua siswa. Itu pun dengan protokol kesehatan sangat ketat.

Sekolah ini menjadwalkan penyerahan SKL 284 siswa dari 8 kelas kepada orang tuanya selama 3 hari. Yaitu Senin (8/6), Selasa (9/6), dan Rabu (10/6).

“Hari pertama 3 kelas, kedua 3 kelas, dan ketiga 2 kelas,” ujar Kepala SMPN 23 Bandarlampung Irwan Qalbi, ditemui saat memantau langsung kegiatan tersebut di halaman sekolah setempat, Senin (8/6).

Kemudian, lanjutnya, bagi tiga kelas yang kebagian jadwal hari sama, pengambilan SKL juga dilakukan di jam berbeda. “Seperti tiga kelas hari ini. Kelas 9A mulai pukul 07.30 hingga 09.00, Kelas 9B pukul 09.00 hingga 10.30, dan Kelas 9C mulai 10.30 hingga 12.00,” ungkapnya.

Itu pun, lanjut dia, dilakukan dengan betul-betul menerapkan protokol kesehatan. Di antaranya orang tua siswa wajib mengenakan masker dan membawa pena sendiri. Kemudian sebelum memasuki halaman sekolah, masing-masing diukur suhu tubuhnya terlebih dahulu dengan alat dan petugas yang sudah disiapkan pihak sekolah, mencuci tangan dengan air keran dan sabun yang juga disiapkan sekolah, menandatangani tanda terima dengan pena yang dibawa masing-masing, baru mengambil SKL di meja yang telah disiapkan masing-masing wali kelas.

“Ini kami lakukan di ruang terbuka, yakni di teras kelas, bukan dalam ruangan kelas. Kemudian untuk mengantisipasi adanya berapa orang tua yang datangnya hampir bersamaan hingga harus menunggu giliran, kami juga menyiapkan tenda dengan kursi tempat duduk dengan jarak masing-masing 2 meter,” ungkapnya.

Irwan menambahkan, dilakukannya pembagian SKL dengan cara tersebut juga atas izin dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bandarlampung setelah pihak sekolah bersama komite sekolah mengajukannya secara tertulis.

“Alhamdulillah, kami diizinkan. Tentu setelah kami memastikan dapat menjalankan sesuai protokol kesehatan,” ucapnya.

Terpisah, Kepala SMPN 33 Bandarlampung M. Yusri juga menerapkan protokol kesehatan secara ketat kepada siswanya saat mengambil SKL ke sekolah, kemarin. Pihaknya juga memberikan jadwal pengambilan dengan bertahap, mulai dari pagi hari hingga sore hari yang juga diberi waktu pengambilan.

“Protokol kesehatan covid-19 tetap kita utamakan, dan harus diterapkan. Kita atur jadwal pembagiannya, dan tidak bergerombol, secara bergantian datangnya, lalu kita imbau untuk langsung pulang. Karena siswanya tidak terlalu banyak, jadi dalam sehari telah selesai. Intinya kita menerapkan protokol kesehatan sesuai standar saat pengambilan SKL,” pungkasnya.

Pihaknya juga menyediakan tempat cuci tangan dengan air yang mengalir, hand sanitizer, dan termogun.

“Sebelum masuk ke sekolah, kita pastikan sudah melaksanakan protokol kesehatan seperti pengukuran suhu tubuh, cuci tangan, serta memakai masker. Saat pengambilan juga tidak langsung semua, tapi satu-satu secara bergantian,” tukasnya. (rur/sur)

Komentar

Rekomendasi