oleh

Polda Jemput Napi Diduga Terlibat Peredaran Ribuan Ekstasi

RADARLAMPUNG.CO.ID – Seorang narapidana yang berada di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IA Bandarlampung (Rajabasa, red) berinisial K, dijemput Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Lampung. Penjemputan ini terkait pengembangan kasus pil ekstasi berjumlah 3.020 butir yang diamankan dari tersangka HWS (36).

Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IA Bandarlampung Syafar Pudji Rochmadi membenarkan terkait penjemputan itu. “Ya, benar ada pengebonan (peminjaman, red) salah satu narapidana yang berasal dari Blok A1,” ujar Syafar -sapaan akrabnya- kepada radarlampung.co.id, Rabu (10/6).

Menurut Syafar, penjemputan narapidana berinisial K itu dilakukan pada Selasa (9/6). Di mana, pada saat itu Ditresnarkoba Polda Lampung mengirimkan surat penjemputan terhadap salah satu narapidana tersebut.

“Setelah itu kami langsung mencari salah satu narapidana yang akan dijemput itu. Lalu mencocokkannya, setelah cocok barulah kami ambil dan kami bonkan ke para petugas Ditresnarkoba,” ucapnya.

Begitu dibon oleh Ditresnarkoba Polda Lampung itu, pihaknya langsung melakukan pengecekan terhadap kamar milik narapidana itu. “Begitu ketahuan kita langsung menggeledah kamar yang bersangkutan dan kita cek dapat dari mana alat komunikasinya. Begitu juga kita cek secara internal dari mana barang itu masuk dan handphone-nya masuk. apakah dari keluarganya atau oknum sipir,” jelasnya.

Apabila ada oknum sipir yang terlibat, lanjut Syafar, pihaknya akan tindak oknum tersebut. “Kalau ada terlibat kita tindak, terberat kami copot dari kepegawaian. Keringanannya dimutasi ke UPT tidak ada kaitan dengan narapidana. Ya itu apabila terkait tidak ada ampun,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Reserse Narkoba (Dirresnarkoba) Polda Lampung AKBP Adhi Purboyo membenarkan apabila pihaknya tengah melakukan pengembangan terhadap pengungkapan pil ekstasi 3.020 butir tersebut.

“Benar kami telah melakukan penjemputan terhadap salah satu narapidana. Kini masih dilakukan pemeriksaan keterlibatan dari narapidana ini,” katanya.

Komentar

Rekomendasi