oleh

New Normal, Rumah Ibadah Simulasi Persiapkan Protokol Kedatangan Jemaah

radarlampung.co.id-Simulasi kembali dibukanya rumah ibadah Gereja Katolik Katedral Kristus Raja Tanjungkarang dan Masjid Al-furqon Bandarlampung turut dihadiri Wakil Gubernur Lampung Chusnunia dan Walikota Bandarlampung Herman H. N.

Dalam lawatan yang digelar Jumat (13/6) ini, Wagub Lampung Chusnunia memastikan baik gereja, masjid maupun rumah ibadah lainnya telah mematuhi protokol kesehatan jika ingin kembali membuka untuk jemaah dalam menyongsong new normal nantinya.

“Sudah persiapan new normal sudah di cek cici tangan, cek suhu, Thermo gun cukup, petugas cukup. Selanjutnya kita minta petugas disiplin sampai atas, dan kami minta semua masjid kalau ingin membuka lagi harus ada permohonan izin kepada pihak terkait,” beber Nunik -sapaan akrab Chusnunia-.

Kepada jemaah, saat ini diwajibkan harus bawa peralatan sholat masing-masing untuk menghindari penularan dan demi kesehatan jemaah. “Kemudian diminta juga lulangnya juga jangan desakan-desakan, pintunya dua ada khusus masuk dan keluar. Tadi sudah ada perbaikan kalau belum kita adakan perbaikan, setelah sholat akan disterilisasi kemudian,” beber Nunik.

Dalam sambutannya Nunik menambahkan, simulasi ibadah dalam menghadapi new normal ditengah pandemi global covid-19. Presiden RI meminta semua daerah memanfaatkan waktu transisi menuju new normal.

“Kita belum new normal namun tengah menjalankan tahapannya. Presiden juga meminta tetap berhati-hati bahwa pertama vaksin belum ditemukan, obatnya belum dtemukan,” tambahnya.

Namun, atas kerjasama yang kompak antara kepala daerah di provinsi Lampung dan semua kada kompak, wehingga bisa relatif mengendalikan viris ini karena kuncinya pengendali.

“eskipun angkanya sembuhnya cukup tinggi namun belum bisa menjadikan kita santai tapi harus tetap waspada. Jika pemerintah pusat mempersiapkan new normal, titik beratnya terkait ekonomi. Maka meskipun vaksin belum ada tapi ekonomi harus tetap jalan,” lanjutnya..

Saat jni, Lampung beda dengan lainnya tidak ada PSBB, mall buka pasar buka. Tatanan fakta sejujurnya rasa new normal sudah ada sejak covid ada sudah kita ajak berdampingan, hati-hati protokol psbb kita laksanakan. Memang kebutuhan pariwisata kita arahkan untuk di tutup karena menghindari kerumunan termasuk tempat ibadah. Bukan berarti pilih kasih, tapi emua haus menghindari kerumunan.

Namun jika Suasaa mall tetp buka, pertama semua himbauan itu berlaku umum tidak ada perbedaan ibdah ekonomi yg kita harapk emua tempay hindari kerumunan. Kedua, andai tempay ibadah mendisiplinkan ibada justru menjaga jemaah agar tidak ada penularan di tempat ibadah. Maka hari ini pemerintah pusat jangan sampai warga Indonesia ditengah pandemi dirumah saja.

“Kita harus tetep ekonomi tetap jalan.. Masyarakat Indonesia harus tetap melakukan, maka kita pelan-pelan menuju new normal, tempat ibadah juga. Sekali lagi pelan-pelan dan hati-hati karena jangam sampai publik new normal udahd dibuka blak jsdi tidak seperti iti ini harus ttp menjaga keselamatan warga kita. Kita semua prihatin tidak ada yang tidak sedih, yang bi
Pemprov sangat berhati-hati dalam mengambil kebijakan, semoga bsa mempersiapkan new normal sebaik-baiknya dan agar jemaah memaknai new normal dengan hati-hati dan pelan-pelan. Semoga Lampung bisa melewati pandemi dengan selamat sehat semua,” tandasnya. (rma/wdi)

Komentar

Rekomendasi