oleh

Terima Tagihan Rp3,6 juta, Ini Penjelasan PLN

radarlampung.co.id – Fikri Arif, warga Telukbetung Utara, Bandarlampung hanya bisa geleng-geleng kepala saat mendapati tagihan listriknya mendadak melonjak hingga Rp3,6 juta. Padahal, biasanya Fikri hanya membayar sekitar Rp200 ribu sampai Rp300 ribu untuk penggunaan standar.

“Di bulan Mei kemarin, mungkin karena tidak ada pengecekan meteran dari PLN, jadi saya hanya bayar biaya beban sekitar Rp60 ribuan. Terus tiba-tiba di bulan Juni saya mau bayar, tagihannya jadi naik sampai Rp3,6 juta,“ katanya pada radarlampung.co.id, Jumat (12/6).

Padahal, kata dia, dirinya sudah berusaha melakukan penghematan saat menggunakan listrik dengan tidak menggunakan AC dan menggunakan lampu seperlunya. Dirinya juga menyayangkan, lantaran tidak ada pemberitahuan dari PLN sebelumnya jika tagihannya akan membengkak hebat.

Fikri juga mengatakan, dirinya telah mengadukan hal tersebut pada pihak PLN. Namun hingga saat ini dirinya belum mendapatkan penjelasan terkait alasan melonjaknya tagihan penggunaan listrik miliknya.

“Kemarin saya sudah mengadukan ini ke PLN, mereka bilang tunggu sampai tanggal 10 Juni, mungkin akan ada perubahan tarif karena mereka melakukan perhitungan ulang. Tapi sampai sekarang belum ada perubahan dan nilainya tetap Rp3,6 juta,“ tandasnya.

Terkait ini, Manager Komunikasi PLN UID Lampung, Junarwin mengatakan, pada bulan Maret dan April lalu, pihaknya memang tidak melakukan pembacaan meteran lantaran adanya himbauan dari pemerintah untuk melakulan social distancing berkenaan dengan pandemi covid-19.

Pihaknya juga memberlakukan pembacaan meteran mandiri. Namun lantaran banyaknya masyarakat yang tidak mengirimkan hasil pembacaan meter mandiri tersebut, PLN kemudian berinisiatif untuk melakukan perhitungan rata-rata penggunaan listrik pelanggan selama tiga bulan terakhir.

“Nah pada saat dilakukan evaluasi tersebut, ada yang pemakaiannya besar tapi membayar lebih sedikit dari pemakaiannya karena hanya diambil rata-rata. Tapi ada juga yang pemakaiannya sedikit tapi membayar lebih besar karena dihitung rata-rata,“ katanya.

Sambung dia, jika perhitungan rata-ratanya lebih besar dari pemakaian, maka di bulan Juni pasti biaya yang dikeluarkan akan lebih kecil. Namun jika pemakaiannya ternyata lebih besar dari perhitungan rata-rata, otomatis pelanggan akan membayar lebih besar di bulan selanjutnya.

“Memang saat kondisi sekarang tidak semuanya harus bayar besar. Pada umumnya memang bayarnya rata-rata besar di bulan ini, tapi ada juga yang bayarnya kecil,“ katanya.

Di samping itu, pelanggan yang merasa biaya penggunaan listriknya melonjak terlalu tinggi, nantinya dapat melakukan pengecekan dan perhitungan ulang di kantor PLN, untuk melihat jika ada kekeliruan baca meter oleh petugas.

“Tapi masih ada solusi kalau pun mereka harus membayar besar, pelanggan masih bisa mengangsur pembayaran. Jadi tidak harus langsung dibayar semuanya. Untuk aturannya 3 kali angsuran, tapi kalau memang terlalu besar kasian juga pelanggannya jadi mungkin akan ada kebijakan dari unitnya,“ tambahnya.

Di samping itu, Junarwin juga menegaskan bahwa tanggapan masyarakat yang menilai adanya subsidi silang yang dilakukan PLN, itu tidak benar. Tarif listrik sendiri juga tidak mengalami kenaikan sejak 2017 lalu.

Adapun kebijakan subsidi listrik untuk masyarakat yang dilakukan beberapa bulan lalu merupakan murni kebijakan pemerintah pusat untuk memberikan keringanan bagi masyarakat tidak mampu di masa pandemi covid-19.

“Sampai sekarang juga masih ada yang digratiskan, yang dicabut subsidi gratisnya kan hanya untuk masyarakat yang masuk dalam data base terpadu tim nasional percepatan pengentasan kemiskinan. Nah sampai dengan Oktober atau Desember, yang UMKM masih dapat menikmati listrik gratis,“  tambahnya.

Lebih jauh dia mengatakan, hingga saat ini PLN telah menerima sebanyak 3.410 laporan keluhan pelanggan yang di sampaikan baik secara langsung maupun call center PLN.

“Jumlah aduan yang kita terima sudah banyak, mungkin mulai sore ini rencana jumlah pengaduan yang kita terima, baik yang datang langsung maupun yang melalui call center akan kita share di medsos kita baik instagram maupun facebook, terkait tindak lanjut yang akan diberikan dan lain-lain,“ pungkasnya. (Ega/yud)

Komentar

Rekomendasi