oleh

Tutup Posko Perbatasan, Pemkot Awasi Kegiatan Masyarakat

radarlampung.co.id – Menindaklanjuti instruksi pemerintah pusat terkiat pelonggaran aktivitas jalur penyeberangan dan darat, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung akhirnya menutup posko perbatasan pengawasan Covid-19.

Walikota Bandarlampung Herman HN mengatakan, penutupan posko itu karena dinilai pengawasan dinilai manfaatnya telah berkurang, sehingga posko ditutup dengan tetap memperhatikan pengawasan di dalam kota.

“Posko perbatasan manfaatnya sudah kurang karena Pelabuhan Bakauheni sudah dibuka semua. Jadi, pengamanan lebih kita tingkatkan saja di dalam kota,” ungkap Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bandarlampung itu.

Dengan menutup enam posko yang ada yakni di Bundaran Raden Intan Rajabasa, Gerbang Masuk Kec. Panjang, Gerbang masuk Kemiling, Exit Tol Itera (Polsek Sukarame), TPI Lempasing (Kec. TbT), dan Exit Tol Lematang Lampung Selatan, dia menegaskan bahwa pengawasan terfokus ke dalam kota.

“Pengawasan akan kita fokuskan saja di dalam kota, mengingat masih banyak warga yang kadang tidak menggunakan masker. Kita ingin bagaimana di pasar, toko, mal, supaya pakai masker semua. Jadi, seluruh warga harus ikuti protokol kesehatan,” bebernya.

Selain itu, orang nomor satu di Kota Tapis Berseri ini meminta agar protokol kesehatan tetap harus dilaksanakan terkait pelaksanaan di tempat ibadah bagi umat beragama.

“Ya kegiatan di tempat ibadah bisa dilaksanakan dengan catatan perhatikan protokol kesehatan,” ujarnya saat peninjauan simulasi pelaksanaan ibadah dalam menghadapi New Normal di Gereja Katolik Kristus Raja Katedral, Bandarlampung, Jumat (12/6).

Menurutnya, protokol kesehatan harus menjadi hal utama yang diperhatikan, terutama ditempat ibadah dan pusat keramaian seperti pusat perbelanjaan.

Walikota dua periode ini, mengizinkan masyarakat untuk melaksanakan ibadah di rumah ibadah. Namun, protokol kesehatannya harus berjalan. “Patuhilah itu karena menyangkut nyawa orang lain juga nyawa keluarga kita. Jadi saya minta protokol kesehatan harus dilaksanakan,” pesannya.

Selain mengunjungi Gereja Katolik Kristus Raja Katedral, Bandarlampung, Walikota Bandarlampung Herman HN juga menyempatkan diri berkunjung ke Masjid Al-Furqon, Lungsir, Telukbetung.

Ditambahkan Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Bandarlampung Ahmad Nurizki Erwandi, tim terpadu akan rutin mengelilingi tempat-tempat seperti pertokoan, pasar modern dan tradisional, toko modern (mal), supermarket, mini market, cafe, dan tempat keramaian lainnya.

“Tim terpadu iru dibagi dua sif. Sif pertama dari pagi sampai Asar dan sif kedua dari Asar sampai malam. Masing-masing berjumlah rata-rata 45 orang,” pungkasnya kepada Radar Lampung. (apr/yud)

Komentar

Rekomendasi