oleh

Hadapi Cuaca Fluktuatif, Disnak Ingatkan Peternak Lakukan Langkah Preventif 

radarlampung.co.id – Kondisi cuaca dan iklim yang fluktuatif (tidak stabil) saat ini mengharuskan para peternak di Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) untuk mengantisipasi dan mewaspadai berbagai penyakit yang dapat menyerang hewan ternaknya. Untuk itu, para peternak selayaknya melakukan langkah preventif (pencegahan) dengan terus menjaga kebersihan kandang, pola makan yang teratur, dan asupan vitamin yang cukup.

Kabid Kesehatan Hewan (Keswan) pada Dinas Peternakan (Disnak) Tubaba Desie Andriyani, SP, MM menjelaskan, saat ini sebenarnya sudah mulai memasuki musim kemarau (pancaroba), namun hujan masih menunjukkan intensitasnya.”Jika tidak diantisipasi, penyakit hewan mungkin bisa saja menyerang saat kondisi seperti ini. Sebab, kelembaban masih cukup tinggi, sehingga bibit-bibit penyakit ternak masih dapat berkembang biak,”ungkapnya didampingi Kasi Keswan drh. Irwan Sutrisno.

Menurutnya, penyakit yang sering muncul saat ini yakni flu dan demam pada ternak besar dan kecil. Bahkan, kata dia, Flu Burung juga bisa menyerang unggas dalam kondisi seperti ini.”Karena masih lembab, virus atau bakteri mudah sekali menyerang jika tidak diantisipasi sejak dini. Untuk Kambing biasanya mudah stres dan akibatnya mudah terserang penyakit,  terutama flu dan demam,”terangnya.

Untuk mengantisipasinya, kata dia, yang perlu diperhatikan oleh para pemilik ternak adalah kebersihan kandang dan pola makan ternak.”Kandang harus selalu bersih, dan makanan ternak juga jangan sembarangan. Yang jelas, pola makan harus baik untuk meningkatkan kekebalan tubuh hewan dari serangan penyakit, dan akan lebih baik lagi jika rutin diberi vitamin. Hal inilah yang selalu kita sampaikan kepada peternak dalam berbagai kesempatan,”tandasnya.

Tapi secara umum, lanjutnya, kondisi kesehatan hewan ternak di Tubaba aman, meskipun ada gangguan kesehatan hanya bersifat ringan dan masih dapat teratasi.”Saat ini kesehatan hewan ternak kita terbilang aman, sebab di wilayah kita ini belum ada penemuan penyakit yang aneh dan berbahaya. Adapun gangguan kesehatan pada hewan ternak sejauh ini secara umum masih bisa ditangani,”ulasnya.

Meski demikian, pihaknya tetap berharap adanya kerjasama dari masyarakat dan jika kesehatan hewan ternaknya terganggu segera informasikan. Tanpa adanya dukungan dari masyarakat, menurutnya akan cukup sulit dalam kegiatan pengawasan kesehatan hewan.”Petugas kita masih terbatas, jadi jika kesehatan hewan milik masyarakat terganggu, maka kami mengharapkan secepatnya dapat melapor kepada kami apalagi bila ada penemuan penyakit hewan yang belum dikenal oleh masyarakat. Dengan begitu, kami dapat langsung menindaklanjutinya,” harapnya. (fei/rnn/ang)

Komentar

Rekomendasi