oleh

Disiplin Protokol Kesehatan Menurun, Gugus Tugas Sosialisasikan Sanksi

radarlampung.co.id – Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pesawaran menyepakati langkah-langkah dinamis untuk mencegah penyebaran virus Corona dengan bergerak ke fasilitas umum

“Kita menyepakati langkah-langkah dinamis untuk mencegah penyebaran virus Corona. Yaitu bergerak ke areal pasar, tempat ibadah dan sebagainya. Ini dilakukan bersama-sama,” kata Sekretaris Kabupaten Pesawaran Kesuma Dewangsa saat membuka rapat evaluasi kegiatan sosialisasi pendisiplinan pencegahan Covid-19 di aula pemkab, Jumat (19/6).

Sementara, Komandan Kodim 0421/LS Letkol Kav. Robinson mengatakan, setelah pelaksanaan operasi penegakan kedisiplinan protokol kesehatan di ruang publik selama sekitar dua minggu, ada beberapa hal yang harus dievaluasi.

Antara lain penurunan kedisiplinan masyarakat dalam menggunakan masker di tempat-tempat umum.

“Ini berdasar evaluasi melalui laporan yang diperoleh petugas di lapangan. Mengenakan masker hanya ketika ada petugas. Setelah tidak ada pengawasan, kembali tidak memakai masker,” kata Robinson.

Selain penurunan disiplin menggunakan masker, juga terpantau di lapangan, belum semua menerapkan protokol kesehatan dengan benar. Khususnya para pengelola ruang publik seperti tempat-tempat usaha dan wisata yang sudah dibuka.

“Hal ini juga penting untuk kita ketahui bersama, rata-rata pengelola ruang publik belum memilik thermogun. Khususnya tempat ibadah yang mengumpulkan orang banyak,” tegasnya.

Ke depan, lanjut Robinson, pola penegakan disiplin protokol kesehatan harus diubah. Yakni dengan penegakan pengawasan secara statis.

Artinya, menempatkan personel atau tim gugus di tempat-tempat keramaian. Kemudian melaksanakan patroli, yang diatur sesuai wilayahnya masing-masing

“Kita menyarankan agar mulai minggu ketiga dan seterusnya untuk menyosialisasikan sanksi hukum bagi pelanggar protokol kesehatan. Karena salah satu faktor untuk tegaknya disiplin adalah sanksi. Itupun tidak kita terapkan langsung. Kita harus lakukan sosialisasi. Apabila tidak ada perubahan, maka akan kita terapkan sebagai shock terapi,” tegasnya. (ozi/ais)

Komentar

Rekomendasi