oleh

Webinar Smart City dalam Mendukung Akselerasi Kesiapan New Normal

radarlampung.co.id – Dalam menghadapi New Normal Era Telkom Regional 1 menggelar Webinar Smart City melalui akses layanan Cloudx yang mengangkat Tema Accelerate the New Normal Working Environment, Rabu (17/6).

Webinar Smart City menghadirkan Narasumber Prof. Dr. Ir. Marsudi Wahyu Kisworo, Msc, PhD, IPU Pakar Smart City Indonesia, Achmad Sugiarto Direktur Strategic Portfolio Telkom, Wahyudi Senior Manager Smart City Development, Prof. Dr. H. Karomani, Drs, M.Si Rektor Universitas Lampung dan Host Yessi Claudia AM BGES Lampung.

Kegiatan ini diikuti oleh EVP TR 1 Sumatera Machsus Kusuma Apriyono beserta jajaran Senior Leader TR 1 Sumatera, GM Witel Lampung Muhammad Yusuf dan para GM Witel se-Sumatera. Dari Segmen Government ikut bergabung dalam Webinar para Walikota, para Kadis Kominfo, dari Segmen Edukasi telah join para Rektor Universitas, Civitas Akademik, karyawan TelkomGroup dan Mitra.

EVP TR 1 Sumatera Machsus Kusuma Apriyono (MKA) menyampaikan Kesiapan yang dilakukan dalam menghadapi New Normal, bahwa Telkom Sumatera mengambil peran dengan menguatkan Infrastruktur guna memberikan pelayanan terbaik terutama di Area Traffic Tinggi dengan mengganti kabel tembaga menjadi kabel Fiber Optic.

“Kami juga melakukan Fiberisasi diseluruh 154 Kota/Kabupaten di Sumatera. Kesiapan infrastruktur dan service di kota besar, tambahan kapasitas gateway internet 2500Gbps menjadi 12000 Gbps dan tambahan kapasitas Backbone 3000Gbps,” ungkap Machsus Kusuma Apriyono.

Dimasa Pandemic, Telkom merespon apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Layanan Plasa Telkom dirubah menjadi Plasa Virtual. Telkom juga melakukan inovasi selama pandemic dengan menghadirkan layanan digital yang diperuntukkan bagi masyarakat seperti Aplikasi Peduli Lindungi dan media komunikasi UMeetme serta Cloudx, Layanan Spesial Task Force serta UKM Digital.

Direktur Strategic Portfolio Telkom Achmad Sugiarto mengatakan, Rencana Jangka Panjang Lima Tahunan Telkom yaitu Transformasi yang akan diawali pada tahun 2020. Dengan dipengaruhi faktor internal dan eksternal maka dengan adanya Covid kembali dilakukan validasi.

“Dalam situasi seperti ini dilakukan Reborn yakni bagaimana kita berfikir untuk menaikkan Pendapatan Daerah. Bagaimana data berpotensi memberi manfaat bagi daerah. Beberapa faktor utama yang mendukung yaitu pertama, Kemudahan. Dengan memberi kemudahan maka masyarakat dan pelanggan dapat menggunakan dan memanfaatkan layanan digital dengan mudah. Hal ini akan berdampak pada peningkatkan pendapatan daerah meskipun dengan cara yang berbeda tapi tingkat kehidupan masyarakat dapat direcovery. Kedua, melalui layanan Digital Connectivity, Digital Service dan Digital Bisnis Telkom memberikan solusi spesifik dan lebih dekat dengan end user. Telkompun telah memiliki start up binaan yang tersebar diberbagai wilayah,” bebernya.

Marsudi Wahyu Kisworo, Msc, PhD, IPU Pakar Smart City Indonesia menyampaikan bahwa Smart City merupakan Kawasan yang dapat mengelola berbagai sumber dayanya secara efektif dan efisien untuk menyelesaikan berbagai tantangan menggunakan solusi inovatif, terintegrasi dan berkelanjutan untuk menyediakan infrastruktur dan memberikan layanan-layanan untuk meningkatkan kualitas hidup warganya.

“Ekosistem Smart City ada tiga komponen yaitu Pemerintah Daerah, Dunia Usaha dan Masyarakat. Tiga komponen ini harus saling terlibat dan bekerjasama dengan didukung oleh Sensing, Measuring, Analyzing, Responding dan Thinking,” ujar Marsudi Wahyu Kisworo, Msc, PhD, IPU selaku Pakar Smart City Indonesia.

Ia menambahkan bahwa Smart City dibangun dengan 3 Proses yaitu Smart City Readyness atau nature yaitu melihat kondisi dan mengenali kebiasaan daerah masing-masing. Smart City Planning terkait perencanaan dan Smart City Development atau pembangunan semua proses agar dijalankan sesuai urutan. Smart City bukan hanya teknologi namun juga budaya atau culture masyarakat di daerah itu sendiri. Smart City yang dibangun dengan cara yang benar dan mengikuti proses maka akan terlihat perubahan dari performance suatu daerah yaitu bagaimana budaya di daerah tersebut mencerminkan kesejahteraan masyarakatnya.

“Smart City dalam Mendukung Akselerasi Kesiapan New Normal dari adanya data yang teritegrasi secara sistematis, terpusat, komprehensif, konsisten dan valid akan memudahkan penyampaian informasi terkait solusi dalam penanganan Covid implementasi social distancing seperti mengatur durasi bertamu dan bercakap dengan orang lain maksimal 5-15 menit dan diatas 15 menit sebaiknya dilakukan secara online. Jaga Jarak sejauh 2 m dan hindari transportasi public dengan ventilasi tertutup,” katanya.

Rektor Universitas Lampung Prof. Dr. Karomani, M.Si menyampaikan, dalam menghadapi New Normal, Universitas Lampung (Unila) mengimplementasikan Physical Distancing dalam penyelenggaraan berbagai aktivitas termasuk dalam aktivitas Pendidikan. Penyelenggaraan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) merupakan solusi dalam memecahkan permasalahan keterbatasan ruang dan fasilitas dalam menerapkan physical distance.

“Pembelajaran dengan metode E-Learning merupakan pengalaman belajar yang fleksibel yang memanfaatkan TIK dan dapat diakses kapan saja, di masa saja, oleh siapa saja dan 80% Unila sudah melakukan metode pembelajaran Fully Online atau secara E-Learning. Untuk mensupport aktivitas ini Unila sudah meningkatkan kapasitas layanan internet hingga 1,7 Gbps,” pungkasnya. (rls/yud)

Komentar

Rekomendasi