oleh

Gagal Curi Nanas, Pencuri Ini Kabur Tinggalkan Mobil

radarlampung.co.id-Muksin alias Mandra (38), warga Dusun Silrilungguh, Kampung Buyut Ilir, Kecamatan Gunungsugih, Lampung Tengah, harus merasakan dinginnya sel tahanan Polsek Punggur. Muksin diduga telah mencuri nanas di lahan kebun dusun 10 Umbulmas milik Jeni Pratmanto (30), warga kampung Astomulyo, Punggur.

Sialnya, aksi ini dipergoki warga hingga Muksin bersama dua rekannya yang masih dalam pengejaran polisi meninggalkan mobil pikap Daihatsu Grandmax warna skotlet variasi kuning-merah D 8647 VO.

Kapolsek Punggur Iptu Amsar mewakili Kapolres Lamteng AKBP Popon Ardianto Sunggoro menyatakan peristiwa pencurian nanas milik korban terjadi, Rabu (13/5) pukul 03.00 WIB.

“Tersangka bersama dua rekannya memanen buah nanas di lahan kebun Dusun 10 Umbulcamas. Tersangka bersama dua rekannya memetik buah nanas dan dimasukkan ke dalam tiga karung plastik. Kemudian menaikkan ke mobil pikap,” katanya.

Aksi pencurian ini, kata Amsar, dipergoki warga. “Warga memergoki pencurian nanas ini. Tersangka bersama dua rekannya meninggalkan tiga karung plastik nanas berikut mobil. Ketiganya lari ke arah sungai dan hilang tanpa jejak. Warga melaporkan ke pemiliknya. Mobil dibawa ke rumah sambil menunggu pemiliknya mengambil. Tidak ada yang juga mengambil, kasus ini dilaporkan ke Polsek Punggur dengan Nomor LP/280 -B/ V /2020/Lpg /Res Lam-Teng/Sek Punggur. Tgl. 29 Mei 2020,” ujarnya.

Berdasarkan laporan ini, kata Amsar, pihaknya berusaha mencari informasi pemilik mobil. “Kita cari informasi pemilik mobil. Ternyata mobil milik Muksin alias Mandra. Didatangi kediamannya tak ada di tempat. Pada Jumat (19/6) sekitar pukul 16.00 WIB, kita dapat informasi tersangka pulang ke rumah. Kita langsung bergerak menangkap tersangka. Tersangka ditangkap tanpa perlawanan,” ungkapnya.

Selama pelarian, kata Amsar, tersangka Muksin alias Mandra bersembunyi di rumah saudaranya di Kecamatan Wayabung, Tuba Barat. “Sembunyi di rumah saudaranya di Tuba Barat. Dua rekan tersangka berinisial P dan M sekarang ini masih dalam pengejaran,” katanya.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, kata Amsar, tersangka dijerat dengan Pasal 363 KUHP. “Tersangka terancam hukuman 7 tahun penjara,” tegasnya. (sya/wdi)

Komentar

Rekomendasi