oleh

Polisi Belum Izinkan Gelaran Pesta Hajatan

 

radarlampung.co.id – Adanya virus corona (Covid-19) di Indonesia, memaksa pemerintah mengeluarkan seruan kepada masyarakat untuk tetap berada di rumah.

Kebijakan ini membuat masyarakat prihatin dari sisi ekonomi. Atas larangan ini, sejumlah acara pesta maupun hajatan banyak dibatalkan. Salah satu yang ikut terdampak terkait larangan ini ialah mereka yang berprofesi sebagai pemain orgen. Sebab, selama ada larangan gelaran hajatan ataupun event yang melibatkan orang banyak, mereka pun terpaksa menganggur.

Seperti yang dikeluhkan oleh salah satu pemain orgen asal Mesuji Hasan, ia terpaksa rela hidup prihatin di dalam rumah tanpa melakoni pekerjaannya sebagai pemain keyboard.

Menurutnya, Terhitung sejak Maret, dirinya menggangur dan bingung menghadapi situasi Corona seperti, hal ini karena sudah lama tidak bekerja.

“Karena pekerjaan saya. Sekarang ya hanya berdiam di rumah tidak ada usaha Cuma berhemat pengeluaran dari hasil pemasukan yang ada saja,” ujarnya seraya berlalu.

Dia berharap wabah virus corona segera berakhir sehingga masyarakat bisa kembali beraktivitas seperti sedia kala.

Terpisah, Kapolres Mesuji, AKBP Alim meminta masyarakat yang akan menggelar pesta hajatan untuk menunda sampai pemberlakuan new normal di kabupaten berjuluk Bumi Ragab Begawe Caram tersebut.

“Hingga saat ini kita belum mengeluarkan izin ke masyarakat untuk menggelar hajatan yang sifatnya mengumpulkan massa atau banyak orang atau pesta, karena kita masih menunggu pemberlakuan New Normal dari Bupati Mesuji,” ungkapnya.

Apabila ada masyarakat akan mengelar pesta hajatan, pihaknya masih belum memberikan ijin keramaian. “Kalaupun ada yang minta izin keramaian. Bisa saya pastikan tidak akan saya keluarkan izinnya,” pungkasnya. (muk/yud)

Komentar

Rekomendasi