oleh

Gojek Hentikan Layanan Golife

radarlampung.co.id – Gojek mengumumkan strategi perusahaan untuk memperkuat fokus kepada bisnis inti (core business), salah satunya dengan mengentikan layanan GoLife.

Co-CEO Gojek, Kevin Aluwi menjelaskan, pada masa Pandemi ini, ada dua strategi yang akan diterapkan, yakni dihentikannya sejumlah layanan non-inti yang terdampak pandemi dan perampingan struktur perusahaan secara menyeluruh untuk mengoptimalisasi pertumbuhan yang berkesinambungan di masa mendatang. Seperti, layanan GoLife yang meliputi layanan GoMassage dan GoClean, serta GoFood Festival yang merupakan jaringan pujasera GoFood di sejumlah lokasi.

“Keputusan ini diambil berdasarkan evaluasi atas situasi makro ekonomi dan perubahan perilaku masyarakat yang menjadi lebih waspada terhadap aktivitas yang melibatkan kontak fisik ataupun kegiatan yang tidak memungkinkan untuk berjaga jarak,”ungkap Kevin yang disampaikan dalam pesan rilis, Rabu (24/6)

Kedua bisnis ini, GoLife dan GoFood Festival membutuhkan interaksi jarak dekat, dan mengalami penurunan permintaan secara signifikan dalam beberapa bulan terakhir seiring dengan pandemi COVID-19. Aplikasi GoLife dapat digunakan hingga 27 Juli 2020.

Menyusul hal tersebut, sambung Kevin, sebanyak 430 karyawan (9 persen dari total karyawan), yang sebagian besar berasal dari divisi yang terkait dengan GoLife dan GoFood Festival, akan meninggalkan Gojek sebagai bagian dari evaluasi terhadap struktur perusahaan secara keseluruhan. “Ini merupakan satu-satunya keputusan pengurangan karyawan yang Gojek lakukan di tengah situasi COVID-19,”ucapnya.(gie/rls/yud)

Komentar

Rekomendasi