oleh

Lampung Jadi Pilot Projek Pengembangan Kembali UMKM

radarlampung.co.id – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) provinsi Lampung bekerjasama dengan Polda Lampung menggelar acara Festival UMKM Kadin Lampung, Parade Pangkas Rambut di Sheraton Hotel Lampung, Rabu (24/6). Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-74.

Pada kegiatan tersebut, Kadin provinsi Lampung menghadirkan sebanyak 15 tukang cukur rambut dan 60 voluntir yang berasal dari masyarakat umum dan pengurus Kadin provinsi Lampung. Kegiatan cukur rambut dengan protokol kesehatan ini diberikan secara gratis tanpa dipungut biaya.

Dalam sambutannya, Ketua Umum Kadin provinsi Lampung, Muhammad Kadafi mengatakan, kegiatan ini digelar dalam upaya menata kembali ekonomi masyarakat Lampung di era new normal. Seperti yang diketahui, pandemi covid-19 telah membawa dampak negatif pada hampir seluruh industri di dunia.

“Meski begitu, Lampung merupakan daerah nomor dua terbaik dalam penanganan covid-19. Sehingga sangat tepat kalau Lampung dijadikan sebagai pilot projek dalam pengambil langkah terbaik yang dapat dilakukan untuk menggerakan kembali roda perekonomian,” katanya.

Dia juga berharap, dengan adanya kegiatan ini dapat menjadi semangat baru bagi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Kemenparekraf) RI untuk menjadikan Lampung sebagai pilpt projek pengembangan kembali UMKM di Indonesia, khususnya di Lampung.

Sementara itu, Kabag Humas Polda Lampung, Kombes Zahwani Pandra Arsyad yang mewakili Kapolda Lampung dalam sambutannya mengatakan, dalam rangka perayaan Hari Bhayangkara ke-74 tersebut ada beberapa rangkaian kegiatan yang dilakukan.

“Diantaranya bakti sosial yang dimulai sejak tangal 14 Juni dan puncak acara yang akan dilaksanakan pada tanggal 26 Juni 2020 secara serentak di seluruh Indonesia,” katanya.

Lebih jauh dia mengatakan, saat ini masyarakat Indonesia, khususnya Lampung sedang berjuang untuk melawan pandemi covid-19 yang datang dengan segala dampak negatifnya dan berpengaruh dalam segala aspek terutama perekonomian.

Adapun kegiatan festival UMKM ini sendiri bertujuan untuk dapat mendorong dan menggerakan kembali roda perekonomian, khususnya masyarakat provinsi Lampung. Kegiatan ini juga digelar sebagai upaya dalam menyosialisasikan kegiatan menuju era new normal.

“Guna membangun kesadaran dan persamaan persepsi akan pentingnya mematuhi protokol kesehatan dalam setiap pelayanan jasa dan usaha bagi pelaku dan konsumen,” tambahnya.

Dalam kegiatan ini, pihaknya juga menggelar kegiatan donor darah. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu PMI dalam mengumpulkan kantong darah lantaran di tengah pandemi ini, persediaan darah yang ada di PMI sudah sangat minim sekali.

“Selain itu, bangkitnya dunia usaha ini juga dapat membantu pihak kepolisian. Sebab kalau masyarakat tidak punya penghasilan, maka tingkat kiriminalitas juga akan meningkat,” tandasnya.

Dalam kesempatan ini, Kadin provinsi Lampung bersama sejumlah rekanan juga memberikan bantuan kepada 7 rumah sakit yang ada di Lampung. Antara lain, RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung, RS Pertamina Bintang Amin, dan Rumah Sakit Advent Bandarlampung.

Lalu, Rumah Sakit Urip Sumoharjo, RS Graha Husada, Rumah Sakit Bhayangkara Polda Lampung dan RSUD Bandar Negara Husada. Adapun bentuk bantuan yang diberikan antara lain produk minuman, tempat sampah dan APD yang berada dari GGP, Els Coffee, Unilever, CCAI, dan Kadin provinsi Lampung.

Atas bantuan yang diberikan, Ketua IDI kota Bandarlampung, Dr Aditya M. Diomed yang turut hadir mewakili tenaga kesehatan berterimakasih atas bantuan yang diberikan oleh Kadin provinsi Lampung.

“Saya mewakili petugas kesehatan yang berperan di rumah sakit merasa diapresiasi kerja kita selama ini. Alhamdulillah Lampung cukup terkendali terkait covid-19, mudah-mudahan ini bisa menjadi semangat untuk kami bahwa kami tidak bekerja sendirian,” katanya.

Dirinya juga berharap, masyarakat dapat semakin peduli dalam upaya penanganan covid-19. Tanpa kepedulian dan peran serta masyarakat dalam menjaga kesehatan mereka dan menekan penyebaran covid, pekerjaan tenaga kesehatan jelas akan semakin berat.

“Karena kita saat ini memasuki new normal, jangan punya anggapan bakal sama seperti dulu lagi. Jadi sampai diketemukannya vaksin atau obat untuk covid-19 ini, artinya kita masyarakat harus tetap menjalankan protokol kesehatan dengan benar, yakni jaga jarak, rajin cuci tangan dan pakai masker,” pungkasnya. (Ega/yud)

Komentar

Rekomendasi