oleh

DPMPTSP Sebut Investasi Lampung Lampaui Target Hanya Dengan 1 Triwulan

radarlampung.co.id-Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Lampung menyebut investasi yang masuk ke Lampung telah lampui target hanya dengan satu triwulan.

Hal ini disampaikan Kepala DPMPTSP Provinsi Lampung Qodratul Ikhwan saat ditemui wartawan di Kantor Gubernur Lampung Kamis (25/6).

“Jadi realisasi investasi di triwulan I tahun  2020, mulai 1 Januari sampai 31 Maret diluar ekspektasi kita. Total investasi yang masuk ke Lampung telah mencapai 182% dibandingkan yang ditargetkan. Karena untuk target 2020 sebesar Rp 5,3 T. Sementara realisasinya di triwulan 1 mencapai Rp9,67 T,” beber Qodratul.

Capaian itu, dilanjutkannya berasal dari Penanam Modal Asing (PMA) sebesar Rp5.036.345.570 dan Penanam Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp4.635.242.600. menurut Qodratul, capaian ini masih akan terus bergerak dan pihaknya berharap meskipun ada pandemi global Covid-19, Investasi yang masuk ke Lampung tetap berjalan.

“Jadi sudah melampaui (target satu tahun). Karena sudah bisa menutupi satu triwulan. Namun kan kalau bisa sampai Rp15 T maka kenapa kita berhenti, makanya kita bangun komunikasi berbagai pihak. Pak gub juga improvisasi. Namun untuk triwulan II dipastikan negatif, karena sangat minim pertumbuhan, maka kami saat ini tengah membangun komunikasi baik di investasi dalam negeri maupun investasi dari luar. Karena beberapa kali dari Australia mau kesini, karena Covid-19 urung kesini,” tambah pria yang pernah menjadi Kadia Perhubungan Provinsi Lampung ini.

Dia membeberkan banyaknya investasi yang masuk ke Lampung ini di bidang perkebunan dan ada juga terkait pembebasan lahan jalan tol di Mesuji. Kemudian, karena pada 2019 salah satunya ada Pilpres, maka 2020 ini setelah melihat kepemimpinan nasonal maka langsung masuk berinvestasi.

Namun, jumlah Rp9,57 T ini juga, di ungkapkan Qodratul masih banyak yang tidak melapor. “Ini saja banyak yang nggak lapor, data nya kan bukan mereka lapor ke kita baru kita laporkan ke pusat. Tapi masing-masing pelaku usaha melaporkan ke pusat melalui email. Artinya bisa lebih banyak, contoh hotel, kaya di Kota Bandarlampung. Artinya kan investasi ditetapkan bangun hotel 200 M, ini kan ada tahapan, ya tahapan ini yang harus dilaporkan, berapa per bulan  nah ini kurang. Maka kami berkoordinasi dengn Pemkot agar melaporkan, agar bisa diprediksi  resapan tenaga kerja, BPS juga bisa mengkaji peningkatan  ekonomi,” bebernya.

Sementara seperti dikutip dalam laman http://www.dpmptsp.lampungprov.go.id/ capaian realisasi provinsi Lampung didapat dari kabupaten/kota diantaranya dari Bandarlampung dengan PMA Rp92.770.560 dan PMDN Rp115.171.600, Lampung Selatan PMA Rp104.919.850 dan PMDN Rp730.643.300.

Selanjutnya Lampung Tengah dengan PMA Rp4.599.962.190 dan PMDN Rp85.395.000, Tulang Bawang PMA Rp2.047.680 dan PMDN Rp48.894.600. Pesawaran dengan PMA Rp3.140.640 dan PMDN Rp44.496.000, Waykanan PMA Rp29.449.440 dan PMDN Rp179.522.100.

Tulangbawang Barat hanya PMDN Rp30.600.000 Lampung Timur hanya PMA Rp1.238.400, Tanggamus hanya PMA Rp202.816.810 dan Mesuji yang hanya PMDN sebesar Rp3.208.330.300. kemudian Lampung Utara hanya PMDN sebesar Rp7.911.300, Lampung Barat hanya PMDN sebesar Rp203.804.900, Metro hanya PMDN sebesar Rp3.630.800, Pesisir Barat hanya PMDN sebesar Rp7.412.100, dan Kabupaten Pringsewu tidak ada investasi PMA dan PMDN. (rma/wdi)

Komentar

Rekomendasi