oleh

Potensi Ikan Air Tawar Lampura Go Nasional!

radarlampung.co.id – PemerintahKabupaten Lampung Utara (Lampura), berupaya memaksimalkan potensi pada sektor-sektor strategis, seperti perikanan yang sebagai profesi utama masyarakatnya khsusunya berada di wilayah waduk (Bendungan, Red) dan pemenfaatan lahan milik petani diubah pungsi sebagai kolam ikan air tawar di Kecamatan Abung Tinggi.

Hal tersebut, dalam upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan pendapatan per kapita penduduk dengan penguatan supra dan infrastruktur ekonomi kerakyatan yang fokus pada sektor perikanan, serta pemberian bibit gratis dan penerapan teknologi tepat guna.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Lampura, Sanny Lumi S.STP.MS.i mengatakan, di sektor perikanan telah dilaksanakan upaya pembinaan dan pengembangan perikanan dan hasilnya di luar ekspektasi, mencapai 5.168 ton atau meningkat sekitar 2.387 ton per hari atau dipersentasekan sebesar (85,83%).

Dikatakannya, dengan perincian hasil budi dayanya dan hasil perikanan tangkap 108 ton, meningkat 23 ton (27,05%); olahan ikan 23,17 ton, meningkat 9,17 ton (65,50%); benih ikan 3,2 juta ekor, meningkat 1.080.000 ekor (50,94%); serta konsumsi ikan (kg/kap/tahun) 26 kg/kapita/tahun, meningkat 3 kg/kap/th (13,04%).

“Ini tidak terlepas dari peran Plt. Bupati Lampura, Budi Utomo Seperti pemberian induk ikan pada kelompok unit perbenihan rakyat (UPR) dengan 20 paket ikan mas, 40 paket nila, dan 110 paket lele. Lalu, ada bantuan benih ikan kelompok budi daya perikanan, 165 ribu ikan mas, 300 ribu nila, 15 ribu gurami, dan 250 ribu lele. Juga bantuan sarana prasarana pokdakan, 11 sumur bor, 7 mesin alkon, 20 kolam bundar, dan 4 mesin pakan,” beber SannyLumi yang juga menjabat sebagai Kadis Kominfo Lampura tersebut.

Sebab, kata Sanny Lumi sektor perikanan telah memberikan kontribusi maksimal untuk memajukan pembangunan Kabupaten Lampura. Jika beberapa tahun lalu “Primadona” sumber pendapatan utama masyarakat setempat dari tanaman singkong, kini banyak yang beralih menjadi nelayan karena memberikan pendapatan ekonomi yang menjanjikan bagi masyarakat setempat.

“Akibatnya sejak satu tahun terakhir cukup banyak para petani beralih menjadi nelayan, karena sektor perikanan air tawar menjadi primadona baru pendapatan ekonomimasyarakat,” terangnya.

Saat ini, kata Sanny, Kabupaten Lampura tengah fokus untuk mengembangkan Agrowisata di Kecamatan Abung Tinggi, khususnya beradadi desa Sido Kayo dan Kecamatan Sekipi.

Pasalnya, didua wilayah tersebut, saat ini siap mengembangkan Potensi budidaya ikan nila. Hasil ikan di desa Sido Kayo dan Sekipi, lanjut Sanny Lumi, memang telah dikenal sebagai ikan yang sehat. Ikan nila dibudidayakan dalam air yang jernih yang mengalir dari Pegunungan sepanjang tahunnya.

Dengan kedalaman kolam 120 centimeter dan terpapar dengan sinar matahari hingga kedasar kolam sehingga ikan nila bisa dijamin kesehatannya.

“Karena air selalu berganti setiap harinya yang langsung dari pegunungan. Ikan bergerak dengan bebas dan pakan pun alhamdulillah tidak pernah kekurangan, dikarnakan di dua desa ini telah dibentuk Koprasidesa,” jelas Sanny.

Untuk memastikan pertumbuhan ikan berjalan normal, Lanjutnya, petani ikan air tawar ini harus rutin memberikan pakan berat ikan. Dan setiap 4 bulan sekali panen menimbang satu kilogram ikan sebagai sampel dengan rata rata 5 ekor ikan nila dengan berat mencapai 1 kilogram.

“Dinas Perikanan juga akan tetap fokus kepada Balai Benih Ikan (BBI) dengan meningkatkan jumlah benih ikan Nila yanga ada dibalai benih, karena dengan memaksimalkan BBI yang ada maka para petani ikan Nila di Kabupaten Lampura ini tidak akan kesulitan dalam mendapatkan benih ikan Nila nantinya,” kata Sanny Lumi.

Selain itu, belum lama ini, Dinas Perikanan Kabupaten Lampura juga memberangkatkan 120 pelaku budidaya perikanan untuk belajar menjalankan proses budidaya perikanan di Sukabumi (Jawa Barat) dan Jambi. Sebab, kata dia, Pak Bupati berupaya agar ada peningkatan SDM pelaku usaha perikanan,” ujarnya.

“Dengan program peningkatan SDM pelaku usaha perikanan ini, diharapkan sektor perikanan bisa lebih maju dan dapat mencapai target minimal sebagai penghasil atau swasembada benih ikan untuk mencukupi kebutuhan ikan di Lampura,” terangnya.

Sementara, Kades Sido Kayo, Agus Saripudin saat bincang santai dengan Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Lampura, Sanny Lumi, mengatakan, potensi ikan air tawar di desanya saat ini telah merambah pasar luar daerah. Seperti Kota Bandar Lampung, Waykanan, Lampung Tengah, Tulang Bawang Barat hingga Tulang Bawang Induk.

“Ikan Nila kita terkenal dengan kuwalitasnya yang baik. Sehingga dalam satu harinya kita mampu memasarkan hingga 3-4 Ton lebih ikan air tawar dari kolam-kolam petani ikan di wilayah desa Sido Kaya tersebut,” terangnya.

Agus Saripudin menuturkan,” Desa kami akan berupaya mewujudkan Kampung Nila, karena untuk Desa Sido Kayo sendiri telah memiliki kolam sebanyak 150 unit kolam ikan Nila dengan budi daya pembesaran ikan dikarenakan harga ikan nila dalam posisi terbaik dipasaran dengan harga 19.000 perkilogramnya dan itu kita terima bersih,” terangnya.

Pihaknya menilai, pembudidya ikan air tawar jenis Nila merupakan keuntungan menjanjikan ketimbang lahan ditanam singkong atau padi.

“Kami memilih ikan nila dikarenakan harganya stabil tinggi dan setiap harinya kita bisa panen tidak kurang dari 3 ton ikan nila. Dari pada menanam singkong atau padi, tuap tahun hanya mendapatkan keuntungan relatif rendah. Jadi masyarakat kebanyakan memilih merubah pungsi lahan tanaman menjadi kolam ikan,” bebernya (adv)

Komentar

Rekomendasi