oleh

New Normal, Diskoperindag Tubaba Pastikan Harga Sembako Stabil

radarlampung.co.id–Harga kebutuhan pokok masyarakat di era New Normal atau tatanan hidup baru ditengah pandemi Covid-19 khususnya di Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) dalam kondisi stabil. Meski ada kenaikan sejumlah bahan pokok, Dinas Koperasi, Usaha Mikro Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Tubaba memastikan kenaikan itu dalam kategori normal.

“Yang jelas, hasil pantauan tim kami di lapangan tidak ada lonjakan harga yang signifikan. Kalaupun ada kenaikan harga sejumlah bahan pokok masih kami anggap wajar, apalagi ini sudah mendekati hari raya Idul Adha 1441 Hijriyah,”ungkap Khairul Amri, Kepala Diskoperindag Kabupaten Tubaba di ruang kerjanya, Rabu (1/7).

Menurutnya, pemantauan harga sembako memang menjadi kegiatan rutin sesuai tugas pokok dan fungsi (tupoksi) Diskoperindag Tubaba, dan semakin diperketat selama pandemi Covid-19 ini.”Kita melibatkan lintas sektoral dalam kegiatan tersebut, termasuk pihak kepolisian. Tujuannya untuk memastikan stabilitas harga, dan mengantisipasi sekaligus mencegah kemungkinan adanya penimbunan barang oleh oknum spekulan,” jelasnya.

Pantauan terakhir, lanjut Khairul, kenaikan harga terjadi pada sejumlah bahan pokok, seperti Cabe Hijau naik di kisaran Rp2.000 dari harga Rp13.000. Sementara  Gula mengalami penurunan harga di kisaran Rp2.000 dari harga Rp17.000.”Untuk harga beras, daging, dan telur untuk sementata masih stabil. Kalau cabe merah sepertinya cenderung naik. Yang jelas, dalam waktu dekat ini akan kita pantau kembali, apalagi inikan sudah mendekati Idul Adha,”terangnya, didampingi Helmi Hartopo, S.Sos, MM, Kabid Perdagangan.

Terkait aktivitas di pasar-pasar, pihaknya menghimbau untuk tetap mematuhi protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19.”Sejak awal pandemi Covid-19, kegiatan di pasar memang tetap berlangsung normal. Tapi protokol kesehatan selalu kami ingatkan, baik dengan turun langsung maupun melalui korlap yang ada di masing-masing pasar. Sebab, di lingkungan pasar tentu terjadi interaksi antara penjual dan pembeli sehingga protokol kesehatan memang harus diperketat, termasuk di era new normal ini,”pungkasnya. (fei/rnn/wdi)

Komentar

Rekomendasi