oleh

Dijanjikan Honor Rp40 Juta, Tapi Kini Terancam Dipenjara

RADARLAMPUNG.CO.ID – Dengan alasan butuh uang untuk pemasangan ring di jantung sang ayah, Edi Samsuri (38), sopir warga Meulaboh Aceh rela jadi kurir 6.969 butir ekstasi dari Aceh ke Lampung. Upah yang dijanjikan untuknya sebesar Rp40 juta.

Dalam pengakuannya Edi menceritakan, dirinya mendapat telpon dari PON (DPO) di Aceh. Edi diminta mengantar narkoba ke Bandarlampung. “Saya gak tahu kalau isinya narkoba jenis ekstasi,” ujarnya kepada Radarlampung.co.id, Kamis (2/7).

Lantaran membutuhkan uang, Edi menyanggupi penawaran PON dengan upah Rp40 juta. “Saya terpepet butuh uang untuk oprasi pasang ring di jantung bapak saya,” ucapnya.

Di awal, uang yang dijanjikan ke Edi tersebut baru diberikan sebesar Rp15 juta. Uang ini dia gunakan untuk memperbaiki mobilnya. “Saya rela mengorbankan diri supaya bapak saya bisa sehat,” dalihnya.

Nahas, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung berhasil menggagalkan pengiriman barang haram tersebut. Ya, BBNP merilis hasil ungkap kasus tindak pidana narkotika jenis ekstasi jaringan Aceh-Lampung, yang dilakukan Sabtu (27/6) lalu.

Dari ungkap tersebut, BNNP menetapkan lima tersangka yang berperan sebagai kurir dan pengendali. Untuk kurir Edi Samsuar Samsudin (38) sopir warga Aceh dan Abdul Rohman alias Oman (39) warga Lampung dan pendamping Edi yaitu Mulkani (49).

Sedangkan untuk dua tersangka lain yang perannya sebagai pengendali, yaitu narapidana di Lapas Rajabasa M. Nasir alias Ari (31) dan David Prasetyo (31), keduanya asal Lampung. (pip/sur)

Komentar

Rekomendasi