oleh

Ternyata, SPBU Lokasi Favorit Jaringan Pengedar Ekstasi

RADARLAMPUNG.CO.ID – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung merilis hasil ungkap kasus tindak pidana narkotika jenis ekstasi jaringan Aceh Lampung. Barang haram ini berhasil diungkap Sabtu (27/6) lalu.

Dari pengungkapan tersebut, BNNP telah menetapkan lima tersangka yang berperan sebagai kurir dan pengendali. Sebagai kurir, Edi Samsuar Samsudin (38), berperan menjadi sopir warga Aceh bersama Abdul Rohman alias Oman (39) warga Lampung, ditemani pendamping Edi yaitu Mulkani (49).

Sedangkan untuk dua tersangka lain yang perannya sebagai pengendali merupakan narapidana di Lapas Rajabasa, yaitu M. Nasir alias Ari (31) dan David Prasetyo (31). Keduanya asal Lampung.

Kepala BNNP Lampung Brigjen I Wayan Sukawinaya menerangkan, pengungkapan tersebut terjadi pada Sabtu (27/6) di tiga tempat berbeda.

“TKP pertama petugas mengamankan kurir Edi di SPBU rest area Terbanggi Besar, Kilometer 171 dengan mengamankan 6.969 butir ekstasi seberat 3.577,37 gram yang diletakan di ban serap mobil,” ucap Wayan di kantor BNNP Lampung, Kamis (2/7).

Selanjutnya, BNN mengamankan kurir kedua bernama Oman di SPBU yang beralamat di Jalan Soekarno-Hatta, Rajabasa, Bandarlampung. “Nah, saat kita amankan Oman, dirinya menuturkan hanya berperan sebagai kurir yang akan mengantar ekstasi tersebut ke seorang berinisial D (DPO) di SPBU Kemiling atas perintah David,” terangnya.

Kemudian petugas menuju ke SPBU tersebut, namun petugas tidak berhasil mengankan D, sehingga rombongan berkoorinasi dengan Kalapas Rajabasa untuk meminta David dan Nasir.

“Setelah diinterogasi, keduannya mengakui bahwa hasil ungkap BNNP tersebut yang mengendalikan adalah David dan Nasir yang berada satu blok di dalam Lapas. Sehingga kami akan melakukan penyidikan dan pengembangan kasus ini,” tuturnya.

Adapun barang bukti yang diamankan dalam ungkap tersebut, yaitu 6.969 butir ekstasi seberat 3.577,37 gram, satu unit Innova hitam dengan Nopol B 8699 OM,  satu ban serep mobil  Innova, satu unit sepeda motor Yamaha Mio warna merah dengan nopol BE 3595 AM, uang tunai milik Edi Rp150 ribu, dan uang tunai milik Oman Rp641 ribu. (pip/sur)

Komentar

Rekomendasi