oleh

Pelatihan Kewirausahaan untuk Menciptakan Pelaku Wirausaha Inovatif Berbasis Kompetensi Wilayah Dengan Menggunakan Model Kanvas di Desa Mulyosari Kecamatan Way Ratai, Pesawaran

Oleh Dr. Dorothy Rouly Haratua Pandjaitan,SE.,M.Si.*

radarlampung.co.id-Pemanfaatan potensi desa di sejumlah daerah di Indonesia yang dapat menjadi suatu modal untuk membuka lapangan usaha bagi masyarakat masih belum optimal. Hal ini disebabkan karena kurangnya edukasi dan program-program pengembangan serta pelatihan kewirausahaan bagi masyarakat di pedesaan.

Setiap bisnis baru atau pengembangan bisnis membutuhkan penanaman modal yang disesuaikan dengan tujuan bisnis dan bentuk badan bisnisnya. Salah satu tujuan didirikannya bisnis adalah mencari laba/keuntungan, dalam arti seluruh aktivitas ditujukan untuk mencari keuntungan.

Bagi bisnis yang didirikan untuk tujuan maksimalisasi laba yang paling penting dipikirkan berapa lama pengembalian dana yang ditanam di bisnis tersebut agar segera kembali. Sehingga sebelum bisnis dijalankan terlebih dahulu perlu dihitung apakah bisnis yang akan dijalankan benar-benar dapat mengembalikan uang yang diinvestasikan dalam bisnis tersebut dalam jangka waktu tertentu dan dapat memberikan laba finansial lainnya seperti yang diharapkan.

Perkembangan bisnis wirausaha saat ini sangat penting dalam peningkatan perekonomian masyarakat disebabkan semakin sedikitnya lapangan pekerjaan yang ada dan hal ini mengakibatkan masyarakat harus dapat berdiri sendiri dan menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi diri mereka sendiri dan masyarakat sekitar. Seacara realita rasio wirausaha yang ada di Indonesia saat ini sudah meningkat menjadi 7 persen lebih dari total penduduk Indonesia (Kontan, 2018). Untuk itu edukasi dan pelatihan kewirausahaan bagi masyarakat kecil sangat dibutuhkan.

Business Model Canvas adalah sebuah model bisnis gambaran logis mengenai bagaimana sebuah organisasi menciptakan,menghantarkan dan menangkap sebuah nilai. Canvas ini membagi business model menjadi 9 buah komponen utama.

Dengan menggunakan BMC (Bussines Model Canvas) para masyarakat serta pelaku wirausaha dapat menciptakan strategi pemetaan yang lebih baik untuk mencapai tujuan dan membuat usaha dapat bertahan lama. BMC dapat membantu masyarakat serta wirausaha untuk mengenali apa yang menjadi value proposition perusahaan, serta bagaimana membangun dan menjalankan key activities dankey resources dalam menciptakan value proposition dan mendapatkan revenue streams, memahami bagaimana produk dan jasa yang ditawarkan perusahaan dapat dikomunikasikan dengan baik kepada konsumen hingga sampai ketangan konsumen untuk dikonsumsi.

Pelatihan kewirausahaan untuk menciptakan pelaku wirausaha inovatif berbasis kompetensi wilayah dengan menggunakan model kanvas di Desa mulyosari Kecamatan Way Ratai sangat bermanfaat bagi masyarakat yang tercermin dengan meningkatnya pengetahuan masyarakat tentang kegiatan wirausaha. Kemudian, kegiatan kewirausahaan dengan menggunakan model kanvas merupakan pendekatan yang relative baru bagi masyarakat Desa Mulyosari sehingga dapat membantu pelaku wirausaha untuk menentukan usaha bisnisnya.

Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat serta pelaku wirausaha tentang bisnis model canvas ini dapat diterapkan baik dalam pemetaan kewirausahaan kecil, dan menengah keatas secara merata untuk mengembangkan usaha dalam mendapatkan laba usaha yang maksimal, serta dapat bertahan dalam kompetisi yang ada. (*)

 

*Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Lampung

 

Komentar

Rekomendasi