oleh

Dua Pekan, Tiga Mayat Ditemukan di Tuba

RADARLAMPUNG.CO.ID – Kali ini giliran Kampung Mulyo Dadi, Kecamatan Rawapitu. Warga sekitar geger penemuan mayat. Tepat di bawah jembatan aliran air sungai primer.

Peristiwa itu kali pertama diketahui CL. Seorang bocah usia 5 tahun yang sedang bermain di dekat jembatan. Senin (6/7) kemarin, sekira pukul 12.00 WIB.

Saat ditemukan, posisi mayat dalam keadaan mengambang. Kepala tenggelam, sementara tangan kiri memegang kayu di bawah jembatan.

Seketika CL panik dan takut. Secepat mungkin dia mencari pertolongan. Beruntung tak jauh dari lokasi ada M. Sukoco (40), petani yang sedang bekerja. Jeritan CL menuntun Sukoco mendekat.

Tanpa pikir panjang, Sukoco langsung mengecek ke lokasi. Benar, ada mayat mengambang di bawah jembatan. Dia lalu menghubungi Warta Subagio (58), rekan sesama petani.

Subagio bersama warga ramai-ramai datang ke lokasi. Mereka penasaran ingin melihat langsung.

Peristiwa ini pun kemudian ramai. Sampai akhirnya diketahui personil Polsek Rawapitu. Polisi lalu menuju tempat kejadian perkara (TKP).

Satu persatu saksi dimintai keterangan.

Saat anggota kepolisian sedang melakukan identifikasi, datanglah Heri. Dia datang ingin memastikan apakah mayat tersebut anggota keluarganya. Ternyata benar, mayat mengambang di bawah jembatan itu adalah Muslim (57): bapak kandung Heri.

Mayat Muslim lalu diangkat dari aliran sungai. Dibawa ke rumah duka, masih di Kampung Mulyo Dadi.

Kapolsek Rawapitu Ipda Samsi Rizal mewakili Kapolres Tulangbawang AKBP Andy Siswantoro mengatakan, dari hasil pemeriksaan tim medis setempat, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh Muslim. Diperkuat dengan hasil identifikasi Polsek Rawapitu di lapangan.

Kuat dugaan penyebab korban meninggal dunia karena serangan jantung saat mandi di aliran air sungai primer. Demikian kata Samsi Rizal kepada radarlampung.co.id, Selasa (7/7).

Hal itu diperkuat dengan keterangan keluarga korban. Muslim ternyata mempunyai riwayat darah tinggi dan diabetes. Almarhum juga pernah mengalami stroke ringan. Beberapa bulan sebelum dia ditemukan meninggal dunia.

“Keluarga korban menerima peristiwa ini sebagai musibah. Mereka juga membuat surat pernyataan untuk tidak dilakukan autopsi,” tutup Kapolsek.

Tercatat, tiga kali penemuan mayat di Tulangbawang dalam setengah bulan terakhir.

Sebelumnya diberitakan, warga Tulangbawang juga dihebohkan penemuan sesosok mayat tanpa kepala di perairan Kualateladas, Kecamatan Denteteladas, Sabtu, 27 Juni, sekira pukul 09.05 WIB.

Selang tiga hari kemudian. Tepatnya Selasa, 30 Juni sekira pukul 10.00 WIB, Sesosok mayat tanpa busana juga ditemukan warga. Lokasinya di pantai hutan mangrove, Kampung Mahabang, masih di Kecamatan Denteteladas. (nal/sur)

Komentar

Rekomendasi