oleh

Kartu Prakerja Tak Kunjung Diterima, Ini Kata Disnakertran Tubaba

radarlampung.co.id-Hingga saat ini, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertran) Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) Provinsi Lampung belum mengetahui kejelasan perkembangan tentang Kartu Prakerja yang digaungkan oleh pemerintah pusat di tengah pandemi Covid-19 ini. Padahal, informasi awal menyebutkan bahwa Kartu Prakerja yang diluncurkan dalam rangka merespon dampak pandemi Covid-19 akan diberikan kepada para penerima manfaat berupa bantuan biaya pelatihan keterampilan melalui online dan insentif bagi penerima Kartu Prakerja.

“Sampai saat ini, kami belum tahu perkembangan dan realisasi mengenai Kartu Prakerja, dan kondisi ini bukan hanya di Tubaba tapi nasional. Kalau dalam hal pendampingan bagi yang ingin mendaftarkan diri memang kita lakukan, tapi sampai saat ini belum ada informasi resmi ke kami mengenai perkembangan Kartu Prakerja itu. Jadi kita tunggu saja,”ungkap Rudi Riansyah, SE, MM, Plt. Kepala Disnakertran Kabupaten Tubaba di ruang kerjanya, Selasa (7/7).

Menurut Rudi, pihaknya pada bulan April lalu memang telah mengirimkan data usulan secara manual ke pusat melalui Disnakertran Provinsi Lampung sebanyak 329 pendaftar.”Selain itu, ada juga 14 orang yang melalui pendampingan kita. Sedangkan untuk yang mendaftarkan diri secara mandiri melalui online kita belum tahu jumlahnya. Yang jelas, kita masih menunggu perkembangan selanjutnya mengenai Kartu Prakerja ini,” terangnya.

Dalam hal ini, lanjutnya, Disnakertran Tubaba masih terus berkoordinasi dengan provinsi maupun pusat. Sebab diakuinya, memang banyak yang menanyakan kejelasan tentang Kartu Prakerja tersebut.”Untuk diketahui, kami Disnakertran Tubaba hanya melakukan pendampingan bagi yang memang belum memahami tentang tata cara pendaftaran, bahkan untuk pelayanan memang kita siapkan fasilitas berupa alat elektronik dan akses internet. Lebih dari itu tidak. Tapi, informasi yang kami dapat saat ini masih ada validasi dan perbaikan oleh pusat mengenai Kartu Prakerja ini,”ulasnya.

Rudi berharap, program tersebut dapat segera terealisasi mengingat program itu sangat diharapkan, terlebih di tengah pandemi Covid-19 ini. Apalagi, kata dia, penerima Kartu Prakerja kabarnya tidak hanya akan mendapatkan pelatihan keterampilan melalui online, tapi juga insentif.

“Kalau informasi waktu itu, totalnya senilai Rp3.550.000,-, terdiri dari biaya pelatihan sebesar Rp1 juta, insentif Rp600 ribu selama 4 bulan, dan insentif survei evaluasi sebanyak 3 kali masing-masing Rp50 ribu. Semua insentif langsung ditransfer ke rekening masing-masing penerima. Ya, kita berharap dapat terealisasi,”pungkasnya. (fei/rnn/wdi)

Komentar

Rekomendasi