oleh

Tiga Pusat Gempa Berbeda, Tidak Berpotensi Tsunami

radarlampung.co.id – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan tiga gempa bumi berturut-turut dalam waktu dua jam bukan dari pusat yang sama. Ini disebabkan pergeseran lempeng di wilayah berbeda.

Tiga gempa tektonik yang terjadi Selasa (7/7), berpusat di Rangkasbitung, Tangerang dengan kekuatan 5,4 Skala Richter kedalaman 85 Km pukul 11.44 WIB.

Kemudian gempa 5,0 SR di laut Pangandaran dengan kedalaman 10 Km pada pukul 12.07 WIB serta 5,2 SR di Bengkulu dan Enggano yang terasa di Barat Daya Bandarlampung, Tanggamus  Pesisir Barat, danJakarta dengan kedalaman 10 Km pada pukul 13.20 WIB.

Kepala Stasiun Geofisika dan Klimatologi Kotabumi Anton Sugiharto mengatakan, sumber gempa bukan dari titik yang sama.

“Memang beberapa kali gempa. Tetapi berbeda tempat atau pusat sumber. Jadi bukan gempa susulan atau after shock. Pergesekan lempeng berbeda,” kata Anton Sugiharto.

Menurut dia, hingga kini alat pendeteksi gempa belum menerima potensi aftershock atau gempa susulan terhadap pusat Bengkulu.

“Belum ada potensi. Kita juga belum melihat adanya susulan dan belum ada laporan dari masyarakat tentang kerusakan karena gempa,” ungkapnya.

Sementara Kasi Data dan Informasi BMKG Lampung Rudy Haryanto menerangkan, jika dilihat dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis menengah akibat subduksi lempeng Indo-Australia yang menunjang di bawah lempeng Eurasia.

“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi tersebut memiliki mekanisme pergerakan naik Thrust Fault. Tetapi tidak berpotensi tsunami,” kata Rudy.

Meski begitu, masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Kemudian menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. (mel/ais)

Komentar

Rekomendasi