oleh

Heboh Jenazah ABK Asal Lampung Dalam Freezer Kapal Tiongkok, BP3TKI Mengaku Nihil Data

RADARLAMPUNG.CO.ID – Seorang anak buah kapal (ABK) berkewarganegaraan Indonesia (WNI) ditemukan meninggal dunia di dalam kapal ikan asing berbendera Tiongkok. Jenazah ABK itu belakangan diketahui bernama Hasan Afriadi, warga Lampung.

Jenazahnya ditemukan tersimpan di dalam peti pendingin ikan atau freezer Kapal Lu Huang Yuan Yu 118, Rabu (8/7).

Kapal tersebut diamankan Tim Gabungan Polda Kepri, TNI AL, BIN Daerah Kepri, Bakamla, Bea Cukai, dan KPLP di perbatasan perairan Indonesia-Singapura.

Saat dikonfirmasi, Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Lampung mengaku tidak memiliki data ABK tersebut.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala BP3TKI Lampung Ahmad Salabi. Menurutnya, korban tidak terdaftar di BP3TKI. Alasannya, ABK tersebut direkrut oleh perusahaan dan diproses di Kementerian Perhubungan.

Menurut Ahmad, dengan tidak melalui proses di BP3TKP, data yang bersangkutan berada di Dirjenperhubungan Laut.

“Kalau pekerja umum, seperti secara mandiri itu berproses di kantor kita dan datanya lengkap di kita. Kalau yang ini kita blank,” tuturnya kepada Radarlampung.co.id, Kamis (9/7).

Kemungkinan besar, kata Ahmad, data lengkap dapat diketahui dengan menggandeng Angkatan Laut (AL). “Jadi mereka berproses saat perekrutan di Jakarta, kalaupun perusahan itu resmi merekrut ABK dia terdaftarnya di Kementerian Perhubungan,” tuturnya.

Ahmad berharap kedepan, pasca UU Nomor 18 tahun 2017, baik ABK maupun TNI harus berproses melalui BP3TKI. “Karena di Kementerian Perhubungan beranggapan bahwa proses prekrutan ABK domain mereka,” ucapnya. (pip/sur)

Komentar

Rekomendasi