oleh

Mediasi Soal Akses ke Sari Ringgung Buntu

RADARLAMPUNG.CO.ID – Mediasi terkait pembukaan akses menuju Pantai Sari Ringgung, Telukpandan, Pesawaran belum mendapatkan kata sepakat.

Masyarakat dan pedagang di Dusun Ringgung RT. 002/RW. 001 Desa Sidodadi yang sempat melakukan demo, Rabu (8/7) kecewa. Anton selaku pemilik akses jalan tidak memenuhi harapan warga.

Menurut War, salah seorang warga yang berdagang di Pantai Sari Ringgung, upaya pemerintah memfasilitasi kedua belah belum mendapat kesimpulan. Akses jalan belum dibuka normal seperti semula.

“Memang akses jalan setapak sudah dibuka. Tetapi hanya bisa dilewati motor. Itupun membahayakan keselamatan dan kita bisa saja jatuh ke laut. Jadi upaya pemerintah memfasilitasi kedua belah pihak hari ini gagal,” kata War usai menghadiri mediasi di aula Pemkab Pesawaran, Kamis (9/7).

Sementara, Sekretaris Kabupaten Pesawaran Kesuma Dewangsa mengatakan, pemkab memberikan wacana kepada masing-masing pihak untuk menyerahkan tanah secara hibah sebagai fasilitas umum. Bisa dimanfaatkan pelaku usaha maupun masyarakat.

“Pihak Sari Ringgung bersedia menghibahkan tanahnya. Tetapi dari pihak pak Anton tetap ingin menghormati proses hukum. Mereka meminta persoalan ini diserahkan kepada hukum. Apapun keputusan nantinya, mereka akan menerima dan menyerahkan jalan ini,” kata Kesuma.

Pada bagian lain, Direktur Utama Pantai Sari Ringgung Andri Surya Praja menegaskan demo yang dilakukan masyarakat di depan kantor DPRD Pesawaran tidak ada hubungan dengan mereka.

“Kami tegaskan, demo tidak ada sangkut paut dengan Sari Ringgung. Karena kami juga korban,” kata Andri Surya Praja.

Menurut dia, ada dua permasalahan sengketa tanah di daerah tersebut. Ini juga memicu penutupan akses di Dusun Ringgung, Desa Sidodadi hingga masyarakat demo.

“Ada dua subjek permasalahan. Kami bersengketa dengan Suheri dan Anton bersengketa dengan masyarakat. Kami yang membangun jalan,” ujarnya. (egy/ozi/ais)

Komentar

Rekomendasi