oleh

Tak Mau Dibilang Otoriter, Ini Alasan Loekman Usul Pemortalan Jalan

RADARLAMPUNG.CO.ID – Usulan Pemkab Lampung Tengah agar DPRD merekomendasikan pemortalan jalan kabupaten bukan tanpa alasan. Hal ini semata-mata ingin kualitas jalan kabupaten tetap baik.

Bupati Lamteng Loekman Djoyosoemarto menyatakan, selama memimpin dirinya selalu mengontrol pekerjaan pihak ketiga, terutama jalan. “Pada dasarnya, kualitasnya sudah baik dan pihak ketiga sudah melakukan perbaikan-perbaikan. Kondisi ini harus selalu dijaga,” katanya.

Loekman melanjutkan, banyak kendaraan melintasi jalan kabupaten overtonase. Sedangkan kelas jalan di sana maksimal 8 ton. Jika lihat kondisi yang ada, kondisi muatan kendaraan yang melintas bahkan bisa lebih dari 40 ton.

“Gimana jalan nggak cepat hancur. Makanya, kita usul kepada dewan untuk merekomendasikan pemortalan. Kita ingin dewan juga mengehendaki itu. Jika kita yang mengeluarkan kebijakan solah-olah arogan. Otoriter. Padahal, niat kita baik,” ujarnya.

Jika memberikan peringatan kepada pemilik kendaraan, Loekman mengaku sulit. “Sebab, bukan hanya perusahaan yang punya. Banyak dimiliki perorangan. Repot. Kalau semua milik perusahaan gampang,” ungkapnya.

Terkait adanya permintaan SK Bupati Tahun 2018 tentang pemetaan jalan dianulir, Loekman menilai semua keputusan bisa diubah. “Yang tak bisa diubah hanya Alquran dan hadist. Usulkan kepada kita. Di mana yang perlu diperbaiki. Jangan malah solah mengatakan otoriterlah. Ini berarti ada human error. Nggak cocok,” katanya.

Diketahui dalam paripurna persetujuan LPPA TA 2019, Bupati mengusulkan agar dewan memberikan rekomendasi untuk pemortalan jalan. Hal ini ditanggapi anggota DPRD Lamteng I Nyoman Suryana.

“Pada dasarnya, saya setuju dipasang pemortalan jalan. Tapi harus dilihat skala prioritas. Jangan sampai nantinya mengganggu urat nadi perekonomian masyarakat,” katanya.

I Nyoman Suryana juga meminta SK Bupati tahun 2018 tentang pemetaan jalan kabupaten diperbaiki atau bila perlu dianulir.

“SK Bupati 2018 tentang pemetaan jalan kabupaten tolong diperbaiki dan bila perlu dianulir. Sebab, banyak jalan poros hilang dari peta jalan kabupaten. Ini perlu dipertimbangkan dan dikaji ulang serta jangan terkesan otoriter. Kampung-kampung di wilayah Kecamatan Seputihraman khususnya mengeluh jika harus memperbaiki jalan yang tadi jalan kabupaten tersebut,” ungkapnya. (sya/sur)

Komentar

Rekomendasi