oleh

Yuk Ikutan, Tiga Provinsi Ini Gelar Doodle Art Science Contest dan Photography Contest

radarlampung.co.id-Tiga instansi akan menggelar kegiatan Doodle Art Science Contest dan Photography Contest bagi pelajar di Provinsi Lampung, Jawa Timur dan Sumatera Barat. Ketiga instansi itu adalah Jawa Timur Park 1 Science Center Jawa Timur Park (JTP), Science Center Lampung Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung, dan Science Center Sumatera Barat Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat.

M. Syachrial Annas Direktur Pusat Peragaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP-IPTEK) Badan Riset dan Inovasi Nasional, Kemenristek menyatakan kegiatan tersebut merupakan inisiasi PP-IPTEK bersama sains daerah. Kegiatan serupa juga akan digelar di lima daerah lainnya. Yakni Riau, Kalimantan Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan dan NTT. Yang membuat seluruh bagian Indonesia terwakilkan.

“Hari ini Kamis (9/7) kami menggelar sosialisasi tentang lomba yang kita inisiasi bersama perwakilan daerah, yang kali ini akan dilakukan delapan wilayah di Indonesia, termasuk saat ini Lampung, Sumatera Barat dan Jawa Timur. Ini juga merupakan program science center pusat, melihat kembali dan pengembangan science center di daerah yang total berjumlah 28 science centre,” beber Syachial.

Namun, lanjutnya, karena pandemi Covid-19 saat ini mengharuskan segala program menunggu suasana lebih baik. Maka PP-IPTEK melanjutkan kegiatan yang meliputi lombab science ini. “Jadi sekarang baru 8 science centre, maka selanjutnya barangkali bagaimana menyentuh 20 science center di daerah. Kegiatan ini walau kecil tapi bisa dirasakan daerah bisa mempromosikan diri paling tidak di masyarakat didaerahnya. Kami juga mensupport dan kami akan kedaerah jika suasana kondusif dan kita akan berdiskusi detail ada hal-hal yang perlu diangkat sehingga science center bisa bertumbuh seperti yang diharapkan,” tambahnya.

Sementara Putu Lia Suyaningsih, Kepala Sub Divisi Program PP-IPTEK menjelaskan Doodle Art Science Contest dan Photography Contest bagi pelajar di wilayah provinsi Jawa Timur, Lampung, dan Sumatera Barat ini bakal berlangsung secara online.

“Jadi tujuan kegiatan ini untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat, khususnya pelajar tentang penanganan Covid-19 sehari-hari dan untuk mengisi waktu luang anak dan keluarga selama di rumah saja,” beber Putu Lia.

Untuk Doodle Art Science Contest, bakal mengangkat tema Me vs Covid-19 yang bisa diikuti oleh siswa kelas 4 sampai 6 SD bersama orang tuanya. Di kegiatan ini, peserta dapat menanggapi situasi pandemi Covid-19 melalui gambar doodle.

Kekompakan dan kebersamaan anak dan orang tua akan terlihat, anak membuat gambar, orang tua mendampingi mengarahkan, dan mendokumentasikan saat anak menggambar.

“Jadi ada perbedaan antara Doodle Art dengan poster, untuk doodle art itu teknik membuat gambar dengan cara mencoret dan menggabungkan aneka pola gambar yang terlihat abstrak, namun terlihat unik dan menarik yang dikemas dengan nuansa sains sehingga menghasilkan satu kesatuan gambar,” tambahnya.

Gambar doodle dinilai juri berdasarkan kesesuaian gambar dengan tema, keunikan ide atau gagasan, komposisi warna yang menarik, serta narasi. Juri Doodle Art Science Contest dihadirkan dari beberapa Perguruan Tinggi ternama di Indonesia, yaitu Muhammad Daniel Septian sebagai Dosen Desain Grafis Universitas Brawijaya Malang, Guntur Wibowo sebagai Dosen Fakultas Seni Rupa Institut Kesenian Jakarta (IKJ), dan Boni Agusta sebagai Kepala Sub Bagian Dokumentasi dan Perpustakaan, Kemenristek/BRIN.

Lomba lainnya ialah Photography Contest untuk siswa SMP. Kompetisi dibidang fotografi yang dikemas dalam tema sains yang ada di sekitar kehidupan manusia sehari-hari. “jadi kontes ini dilakukan dengan mengambil dan mengabadikan fenomena sains melalui kamera pada telepon selular sesuai dengan tema Science Behind Food and Beverages. Untuk mengikuti kegiatan ini, peserta tidak perlu keluar rumah untuk mengambil objek foto mereka, namun bisa mengambil objek makanan atau minuman yang sudah tersedia atau dapat ditemukan di rumah,” tambahnya.

Bagi peserta hanya diperbolehkan menggunakan kamera telefon selulernya. Tidak diperkenankan untuk menggunakan kamera profesional. Dan peserta diminta jujur soal keaslian foto tersebut.

“kemudian hasil foto dinilai dewan juri berdasarkan kesesuaian foto dengan tema, keunikan ide atau gagasan, narasi yang menjelaskan konsep sains dalam foto, dan teknik fotografi yang menarik. Juri Photography Contest di antaranya Hadi Nasbey sebagai Dosen Fisika Universitas Negeri Jakarta, Arryadianta sebagai Dosen Fotografi Institut Kesenian Jakarta, dan Ifan Frantika Harijanto sebagai Founder Mantrarupa,” tambahnya.

untuk jadwal kegiatan doodle art science contest dan photography contest design center Lampung ialah 20 sampai 27 juli pendaftaran doodle art science contest di Google from https://bit.ly/doodleartsvLampung sementara peternakan photography contest di Google form https://bit.ly/photoconsclampung. Pendaftaran paling lambat 27 juli pukul 12 WIB. kemudian pada tanggal 10 Agustus pengumuman pemenang doodle art science contest and photography contest pengumuman akan diumumkan melalui akun Instagram @perpusdaLampung.

“para pemenang akan mendapatkan hadiah uang tunai dan piagam penghargaan untuk 6 juta terbaik dan 26 favorit dari masing-masing kegiatan seluruh peserta akan mendapatkan sertifikat digital yang akan dikirimkan terima masing-masing,” tandasnya. (rma/wdi)

Komentar

Rekomendasi