oleh

“Saya Kapok, Malu”, Kata Residivis Kasus Penjambretan

RADARLAMPUNG.CO.ID – Menjelang malam. Sekitar pukul 17.35 WIB, Kamis (9/7). Mari Inda (17) berboncengan dengan rekannya. Mereka berkendara menuju arah Jalan Padjajaran, Jagabaya II, Wayhalim.

Anak baru gede (ABG) yang tinggal di Tanjungsenang, Bandarlampung ini sibuk memainkan ponsel. Merekam aktivitas sang rekan yang berkendara.

Tiba-tiba, ada tangan yang berusaha merampas ponsel biru miliknya. Alat komunikasi itu terhempas.

Mari Inda dan rekan tidak tinggal diam. Mereka berteriak hingga membuat Dapri (27), sang perampas ponsel panik. Pemuda asal Durianpayung, Tanjungkarang Barat ini berusaha kabur.

Tapi usahanya gagal. Ia bertemu tim patroli Polsekta Sukarame yang melintas di jalur tersebut. Dapri terjatuh dan tertangkap di kawasan Gunungsukah, Jagabaya II.

“Saya mau pulang. Liat dia (Mari Inda, Red) lagi main HP. (Orangnya) masih kecil. Saya pikir bisa jadi mangsa,” kata Dapri.

Komentar

Rekomendasi