oleh

Andi Antoni Budi Dayakan Kurma untuk Cari Keberkahan

RADARLAMPUNG.CO.ID – Berangkat dari keyakinan akan membawa keberkahan, seorang aparatur sipil negara (ASN) di Lampung Tengah mecoba menanam pohon kurma. Dia adalah Andi Antoni, S.P., M.M.

Beberapa pohon kurma telah ditanam dirinya yang bertugas di Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Lamteng itu. Bibit pohon kurma tropis unggul jenis KL1 dari Thailand yang didapat dari Pulau Jawa itu sudah ditancapkan di sebidang tanah miliknya yang berada di Kampung Negarabumi Ilir, Kecamatan Anaktuha.

Menurut Andi Antoni, motivasinya membudidayakan kurma adalah untuk mencari keberkahan dari buah yang diistimewakan dalam ajaran Islam. “Kita menanam kurma itu karena sesuai dengan ajaran Islam. Di dalam Alquran nama buah kurma beberapa kali disebut. Baik tentang manfaat dan khasiat kurma,” katanya.

Bahkan dalam sebuah hadis, kata Andi Antoni, umat Nabi Muhammad dianjurkan untuk menanam. “Salah satunya menanam pohon kurma karena memang buah ini salah satu makanan yang disukai Rasulullah,” ujarnya.

Andi Antoni melanjutkan, ada gagasan lain yang muncul di benak pikirannya dalam menanam kurma. Yakni ingin menggeliatkan buah kurma di Lamteng yang disebutnya sudah berjalan beberapa tahun terakhir.

“Di daerah Lamteng sudah banyak orang yang menanam kurma. Jenis kurmanya sama dengan yang saya tanam saat ini. Itu tersebar di beberapa kecamatan,” jelasnya.

Namun, kata Andi Antoni, selama ini penggiat tanaman kurma di Lamteng masih dilakukan secara pribadi dan dengan peralatan manual. “Contohnya yang saya lakukan ini, sifatnya masih pribadi,” ucapnya.

Sebagai ASN di Balitbangda, Andi Antoni berniat untuk membesarkan tanaman kurma di Lamteng. Dengan cara mengajak para penggeliat di daerah ini untuk meningkatkan ilmu dan teknik penanaman pohon kurma dari bibit sampai berbuah.

“Insya Allah jika diridhoi Allah SWT dan doa restu para masyarakat penggiat kurma di Lamteng, saya akan melakukan terobosan-terobosan. Seperti halnya meminta pada pemerintah pusat yakni para peneliti di Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pertanian; Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI); serta Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Pusat agar dapat memberikan ilmu dan melakukan riset untuk pengembangan tanaman kurma di Lamteng,” ujarnya.

Lebih jauh lagi, Andi Antoni memaparkan bahwa tanaman kurma bukanlah buah yang identik di kawasan Timur Tengah seperti negara Arab Saudi. Menurutnya, di Indonesia pengembangan tanaman kurma sudah dirintis di beberapa daerah. “Seperti di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat,” katanya.

Hal lain yang mendasari menanam kurma, kata Andi Antoni, perawatan yang tidak terlalu sulit dan kondisi iklim wilayah Lamteng yang sesuai. “Dari segi ekonomi, harga jual buah kurma sangat fantastis. Mencapai Rp250 ribu/kg dan pangsa pasar sangat menjanjikan,” urainya.

Berdasarkan literasi yang didapat dari berbagai sumber, kata Andi Antoni, tanaman kurma memiliki produktivitas tinggi dan usia produktif yang panjang. Bahkan memberikan hasil kelayakan usaha yang sangat menarik sebagai pilihan investasi di bidang perkebunan.

“Pohon kurma memiliki akar yang berbeda dengan akar pohon kelapa ataupun kelapa sawit. Akar serabutnya terbagi sebagai akar atas/udara, akar samping, akar tengah, dan akar dalam. Akar dalamnya bisa menunjam hingga 12 meter ke bumi. Sedangkan akar sampingnya merayap tak lebih dari 1 m dari bonggolnya. Ini menjadikannya sangat kokoh sekaligus ramah pada tanaman tetangganya,” jelasnya.

Tak hanya itu. Menurut Andi Antoni, kelebihan lain tanaman kurma tidak merebut air dan unsur hara jatah tanaman tetangganya. “Justru menurut QS. Yasin 36:35, wa fajarna minal uyuun, yakni menahan laju perembesan air ke dalam dan membantu memompa air memancarkan mata air ke atas,” tambahnya.

Selanjutnya, kata Andi Antoni, payungan daunnya yang berwarna keperakan memantulkan sebagian cahaya dan panas matahari. “Juga mengalirkan angin, meningkatkan kelembaban, menurunkan suhu, dan membantu menciptakan micro climate yang baik di sekitarnya,” ungkapnya. (rls/sya/sur)

Komentar

Rekomendasi