oleh

Beragam Aduan “Mampir” ke Posko Pengaduan PPDB

RADARLAMPUNG.CO.ID – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bandarlampung banyak menerima pengaduan terkait Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

Beberapa wali murid mendatangi posko pengaduan tersebut untuk menerima keluhan dari orang tua siswa terkait PPDB SMP.

Seperti diutarakan Nova Oktaria, salah satu wali murid yang mengadu ke posko. Ia mengatakan, anaknya mendaftar melalui jalur bina lingkungan dan zonasi tidak diterima. Kemudian, pada jalur zonasi, kalah jarak dengan siswa lainnya. Sehingga, anaknya pun tidak diterima.

“Kalau biling kemarin saat pihak sekolah survey bilang saya tidak melampiri surat yang menyatakan saya mendapat bantuan bedah rumah dari pusat, dan juga kartu PKH. Memang rumah saya mendapatkan bantuan bedah rumah dari pusat, kalau PKH saya memang tidak punya. Dari dinas tadi bilang, akan lihat dulu berkas-berkasnya,” ujarnya, Kamis (9/7).

Untuk jalur zonasi, terangnya, anaknya mendaftar pada SMPN 7, SMPN 10, dan SMPN 43. Rumahnya yang berada di Jalan Tamin Gang Abdurahman tersebut berjarak lumayan jauh dari kediamannya.

Jarak rumahnya ke SMPN 7 sejauh 1400 meter, lalu ke SMPN 10 sekitar 1900an meter, dan ke SMPN 43 sejauh 1200an meter.

Sedangkan, saat dikonfirmasi, tim pelaksana kegiatan PPDB Disdikbud Bandarlampung Evan Toera mengatakan, pihaknya mendirikan posko pengaduan PPDB sesuai dengan Permendikbud. Namun, bukan berarti akan mengakomodir semua siswa yang tidak diterima.

Evan menjelaskan, posko pengaduan didirikan untuk memberikan penjelasan jika ada orang tua siswa yang membutuhkan informasi. “Selama masih bisa dipecahkan, kita bantu berikan penjelasan, dan konfirmasi ke sekolah,” ujarnya.

Ia mencontohkan, ada orang tua murid yang datang mengeluhkan karena tidak diterima jalur zonasi. Saat dicek ke website karena pendaftaran melalui online, ternyata peserta tersebut tidak mengunggah file yang dibutuhkan sampai batas waktu berakhir.

“Yang seperti ini kita bantu konfirmasi. Intinya selama masih bisa dipecahkan, kita bantu cari solusi,” pungkasnya. (rur/sur)

Komentar

Rekomendasi