oleh

Pamit Cari Keong, Pulang Jadi Mayat

RADARLAMPUNG.CO.ID – Terjadi lagi. Warga Tulangbawang (Tuba) kembali menemukan sesosok mayat pria. Kali ini, warga Kampung Paduan Rajawali, Kecamatan Meraksaaji yang dibuat heboh.

Mayat tersebut kali pertama ditemukan warga di kanal sudetan, arah sungai Tulangbawang, Kampung Paduan Rajawali, Kamis (9/7) malam, sekira pukul 21.10 WIB.

Mayat itu ternyata Mistur (32). Seorang warga setempat yang menghilang sejak Rabu (8/7).

Awalnya, Mistur pamit dengan ibunya untuk mencari keong mas sekira pukul 09.00 WIB. Dia pergi mengendarai sepeda ontel kesayangannya.

Sampai pukul 13.00 WIB, Mistur tak kunjung pulang. Ibunya panik. Biasanya tak selama itu anaknya mencari keong.

Dia lalu mengabari Muslimin (24), adik kandung Mistur. Ibunya cerita kepada sang adik jika kakaknya belum juga pulang.

Seketika satu keluarga menjadi panik. Para tetangga dikabari. Dimintai tolong untuk membantu mencari Mistur.

Keluarga dan masyarakat setempat gotong-royong. Bahu-membahu mencari Mistur. Seluruh area kampung di telusuri. Terutama di sepanjang aliran kanal sudetan.

Malam pun tiba. Pencarian terpaksa dihentikan sementara.

Kamis (9/7) pagi mereka melanjutkan pencarian. Keluarga dan warga kembali melakukan penelusuran di tempat yang dirasa belum didatangi.

Sampai pukul 18.00 WIB tak kunjung ada titik cerah. Mereka mulai pasrah.

Keluarga dan warga sekitar lalu istirahat untuk menjalankan ibadah. Tak lupa mereka juga memanjatkan doa kepada Allah SWT.

Sekira pukul 20.00 WIB pencarian kembali dilanjutkan. Mereka kembali menelusuri kanal sudetan.

Usaha keras mereka akhirnya membuahkan titik terang. Sekira pukul 21.10 WIB, mereka menemukan sepeda ontel Mistur terparkir di dekat kanal.

Merasa apa yang dicari sudah dekat, warga menyusuri kanal. Akhirnya Mistur ditemukan. Posisinya mengambang di kanal sudetan. Tak jauh dari posisi sepedanya ditemukan.

Tangis keluarga pun pecah.

Beberapa warga lalu memanggil aparat Polsek Gedungaji dan petugas medis. Masyarakat bersama petugas Polsek lalu melakukan evakuasi.

Usai diangkat, petugas medis melakukan visum et repertum (VER). Hasilnya, ada luka lebam di pipi. Pada pelipis mata sebelah kiri juga ditemukan lebam. Namun bukan tanda-tanda kekerasan. Polisi menduga akibat benturan dengan kayu saat terbawa arus air. Diperkuat dengan banyaknya pohon di sepanjang kanal sudetan. Mayat Mistur lalu dibawa ke rumah duka.

“Kuat dugaan penyebab korban MD (meninggal dunia) karena terjatuh, lalu masuk ke dalam kanal sudetan, kemudian korban tenggelam,” kata Kapolsek Gedungaji Ipda Arbiyanto kepada radarlampung.co.id, Jumat (10/7).

Hasil pemeriksaan aparat kepolisian diperkuat dengan keterangan keluarga. Ternyata Mistur juga memiliki riwayat keterbelakangan mental.

Pihak keluarga menerima peristiwa ini sebagai sebuah musibah. Mereka juga sepakat membuat surat pernyataan untuk tidak dilakukan autopsi terhadap korban.

Peristiwa penemuan mayat bukan kali ini. Sebelumnya, Senin (6/7) lalu, warga Kampung Mulyo Dadi, Kecamatan Rawapitu juga menemukan sesosok mayat di bawah jembatan aliran air sungai primer setempat.

Mundur ke belakang, warga Tulangbawang juga dihebohkan penemuan sesosok mayat tanpa kepala di perairan Kualateladas, Kecamatan Denteteladas pada Sabtu, 27 Juni, sekira pukul 09.05 WIB.

Selang tiga hari kemudian. Tepatnya Selasa 30 Juni sekira pukul 10.00 WIB. Sesosok mayat tanpa busana juga ditemukan warga. Lokasinya di pantai hutan mangrove, Kampung Mahabang, masih di Kecamatan Denteteladas. (nal/sur)

Komentar

Rekomendasi