oleh

Program Export Ready Sumatera Resmi Ditutup

radarlampung.co.id – Setelah resmi diselenggarakan pada November 2019 lalu, program Export Ready Sumatera resmi ditutup pada Kamis (16/7). Penutupan dilakukan melalui video conference dengan menghadirkan sejumlah pihak terkait dan 9 UMKM dari 4 kota.

Program yang diselenggarakan Business & Export Development Organization (BEDO), Sampoerna Untuk Indonesia (SUI) bekerjasama dengan Pemerintah Kota Medan, Padang, Palembang, dan Lampung ini sendiri telah selesai dilaksanakan pada bulan Mei 2020, lalu.

Dalam sambutannya, Ketua BEDO, Dwi Iskandar berharap, berakhirnya program ini akan menjadi langkah awal para UMKM untuk memasuki kemajuan dan menjadi awal untuk menggapai mimpi dan mengambil kesempatan kedepannya.

“Saya mengucapkan selamat kepada semua peserta yang terdiri dari pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), Serta pengurus BEDO yang selalu tetap semangat dalam keadaan seperti ini meski dala masa pandemi covid-19,” katanya.

Perwakilan Sampoerna Untuk Indonesia, Welly Wiryanto berharap, dengan dilaksanakannya program ini akan menambah wawasan bagi para peserta untuk meningkatkan daya saing dan semangat baru untuk bisnisnya, terlebih lagi dalam masa pandemi covid-19 ini.

“Kami berharap, acara ini dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan ekonomi masyarakat. Masa pandemi covid-19 itu merupakan momentum bagi Sampoerna untuk semakin memperkuat pemberdayaan dan digitalisasi UMKM agar dapat bertahan dan menjalankan usahanya,” katanya.

Lebih jauh dia mengatakan, selama ini Sampoerna telah memberikan dukunga pada lebih dari 120 ribu toko kelontong tradisional yang tergabung dalam Sampoerna ritel community di seluruh Indonesia.

Dukungan tersebut dilakukan dalam bentuk edukasi terkait protokol kesehatan dan pemberian bantuan seperti masker, handsanitizer serta pembuatan batas kasir agar pemilik kelontong dapat terus menjalankan usahanya.

“Sampoerna akan selalu berperan aktif dalam menciptakan inovasi atau pengembangan guna mendorong kemajuan ekonomi kerakyatan, khususnya UMKM,” tandasnya.

Lebih jauh dijelaskan, Program Export Ready Sumatera  sendiri merupakan program pelatihan dan pendampingan bagi UKM yang bertujuan mempersiapkan para UKM agar menjadi siap untuk memasuki pasar ekspor.

Program dimulai pada bulan November 2019 dengan melakukan aktivitas Audiensi kepada pemerintah ke-empat kota, dan kemudian dilanjutkan dengan melakukan kunjungan kepada UKM terpilih untuk memahami lebih jauh kesesuaian kondisi UKM untuk dapat mengikuti program.

Dalam kegiatan tersebut juga melakukan pelatihan modul Export Marketing Plan bagi UKM yang sudah siap dan modul Marketing Plan bagi UKM yang belum siap untuk ekspor.

Workshop offline dilakukan di Kota Palembang dan Padang, untuk UKM di Kota Medan dan Lampung langsung mendapat pelatihan online karena para UKM tersebut merupakan peserta dari pelatihan ekspor yang dilaksanakan oleh Kementrian Perindustrian.

UKM dibagi menjadi 2 Kelas, Kelas Export Ready dengan materi yang lebih spesifik tentang cara memasuki pasar ekspor, menghitung FOB dan tentang pameran dagang. Sedangkan Kelas Business Development mendapatkan materi tentang pengembangan bisnis, kemasan dan menghitung HPP.

UKM juga diberikan soal pre test dan post test tentang materi yang diberikan. Dari total 100 UKM lebih, terpilih 61 UKM yang lulus dan mendapatkan pelatihan yang lebih intensif bersama trainer pendamping.
Dikarenakan adanya pandemik covid 19, maka Program Export Ready mengalami penyesuaian.

Berdasarkan hasil evaluasi melalui penyebaran kuesioner kepada para peserta program ini, mayoritas merasa sangat puas terhadap materi pelatihan, program pendampingan, serta program pemasaran yang telah dilakukan.

Berdasarkan pengakuan para peserta mayoritas (70 persen) omzet per bulan sudah lebih tinggi dari omzet pada masa pandemic, bahkan ada beberapa yang menunjukkan kenaikan omzet lebih tinggi dari omzet sebelum pandemic terjadi.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Lampung, Agus Nompitu juga menyampaikan terima kasih kepada BEDO yang sudah menginisiasi kegiatan ini dan juga Sampoerna Untuk Indonesia yang telah memberikan kontribusi besar bagi kepentingan dan kemajuan UMKM di Indonesia.

Dirinya berharap dengan berbagai latihan, dukungan dan peralatan kepada pelaku usaha mikro, kecil menengah yang telah dilaksanakan selama ini, dapat menjadi satu media untuk meningkatkan kapasitas para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah.

“Mudah-mudah ini bisa meningkatkan atau memicu agar usaha mereka bisa naik kelas di tingkat pelaku UMKM. Kita harapkan, kegiatan ini dapat kita sinambungkan dengan berbagai pelatihan yang diberikan, sehingga nanti tentu akan terus bertambah bentuk pelatihan yang dapat diberikan,” pungkasnya. (Ega/yud)

Komentar

Rekomendasi