oleh

Ditenggarai Perubahan Peta Politik, PDI Perjuangan Tahan Lima Rekomendasi Kada

radarlampung.co.id – DPP PDI Perjuangan resmi mengumumkan rekomendasi Bakal Pasangam Calon Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah termasuk di Lampung. Benar saja pada termin kedua, hanya Loeakman Djoyosoemarto-M.Ilyas Hayani Muda untuk Bapaslon Lamteng dan Pieter-Fahrurazi untuk Bapaslon Pesisir Barat. Diketahui di termin pertama, PDI Perjuangan mengeluarkan rekomendasi kepada Bapaslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Metro Anna Morinda-Frits Akhmad Nuzir.

Pengumuman rekomendasi dilakukan secara daring dari DPP diterima di DPD PDI Perjuangan Lampung. Selain kedua Bapaslon itu, pengumuman dihadiri Sekretaris DPD Mingrum Gumay, para Wakil Ketua dan Bendahara.

Sekretaris DPD PDI Perjuangan Lampung Mingrum Gumay mengatakan, terbitnya rekomendasi kepada Loekman-Ilyas dan Pieter-Fahrurazi merupakan kebijakan penuh DPP. Di mana, untuk termin selanjutnya masih digodok dan dalam waktu dekat akan diberitahukan oleh DPP.

“Tenang saja, yakin saja dalam waktu dekat akan diumumkan,” ucapnya, Jumat (17/7).

Dengan adanya relomendasi ini, artinya ada lima daerah yang belum menerima rekomendasi. Berdasarkan informasi yang dihimpun Radar Lampung, rekomendasi di lima daerah tersebut ditenggarai perubahan peta politik di masing-masing daerah.

Seperti di Bandarlampung yang menimbulkan pertanyaan bagi banyak orang. Di mana, awalnya diketahui ada kader potensial bernama Hj Eva Dwiana yang bakal berpasangan dengan Dedi Amarullah. Namun, belakangan muncul nama kader PDI Perjuangan Tulus Purnomo Wibowo, yang bakal maju mendampingi M.Yusuf Kohar. Pasangan ini sudah direstui oleh Perindo yang memiliki dua kursi di DPRD Kota Bandarlampung. Belum lagi, ditambah Rycko Menoza yang juga dikabarkan bakal merebut kursi PDI melalui jalur sang Ayah, Sjachroedin Z.P yang merupakan mantan Ketua DPD PDI Perjuangan Lampung.

Kemudian yang juga santer ada kader internal potensialnya adalah di Pesawaran. Ada M. Nasir, Ketua DPC PDI Perjuangan setempat yang juga Ketua DPRD Pesawaran. Namun, beberapa waktublalu, DPP malah memanggil petahana Dendi Ramadhona. Dendi sendiri sudah mendapatkan restu dari Partai Demokrat, berpasangan dengan kader PDI Perjuangan, Kolonel (Purn) S Marzuki. Kemudian di Lampung Selatan, Petahana yangbjuga kader internal PDI Perjuangan Nanang Ermanto juga sudah didukung berbagai parpol, bersama Pandu Kesuma Dewangsa. Artinya, kedua daerah ini seharusnya bisa saja dikeluarkan rekomendasinya oleh PDI Perjuangan.

Menanggapi hal itu, Mingrum mengatakan, penentuan terbitnya rekomendasi merupakan kewenangan DPP. Hal itu juga dilakukan tidak asal. Melainkan melihat dari beberapa parameter. Diantaranya survei, elektabilitas dan sebagainya. “Saya tidak bisa berandai, namanya DPP, yakin saja ini mengikuti perkembangan tudak secara statis, tapi secara dinamis mengijuti perkembangan daerah. Yakin saja, Insya Allah yang baik buat mereka, baik juga buat kita, ” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Loekman mengatakan berterima kasih kepada semua pihak atas terbitnya rekomendasi ini. Dia mengatakan, memang ada satu parpol lagi yang sudah mendukungnya, yakni Partai Gerindra. “Ini sudah mendukung. Saya meminta untuk ditunda terlebih dahulu. Agar PDI Perjuangan yang lebuh dulu mengumumkan. Agar tidak ada ketersinggungan. Sebab menurut pengalaman, pengusung utama adalah yang pertama mengumumkan. Gerindra sudah siap mengumumkan rekom kok. Yang lain belum. Dua parpol ini sudah 17 kursi dengan ketentuan berlayar 10 kursi, ” jelasnya.

Sementara, Pieter mengaku, PDI Perjuangan di Oesisir Barat mengantongi lima kursi dan itu cukup untuk memenuhi persyaran pencalonan. Namun memang ada beberapa nama dan berbagai parpol yang ingin berkoalisi. “Diantaranya Perindo dan PBB. Kemudian ada juga Partai Demokrat yang saat ini masih dalam proses musyawarah, “pungkasnya. (abd/ang)

Komentar

Rekomendasi