oleh

Kemarau Basah, Waspada Cuaca Ekstrem

RADARLAMPUNG.CO.ID –

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Lampung memprediksi cuaca ekstrem terjadi selama tiga hari ke depan.

Kasi Data dan Informasi BMKG Lampung Rudy Haryanto mengatakan, jika dilihat dari dinamika atmosfer, wilayah Lampung masih didominasi aliran massa udara dari arah Timur-Tenggara.

“Terdeteksi adanya perlambatan aliran massa udara (konvergensi) terpantau memanjang dari Laut Jawa hingga memasuki wilayah Lampung. Suhu muka laut (SST) terpantau menghangat di perairan sebelah Barat dan Selatan Lampung,” kata Rudy, Selasa (21/7).

Hujan deras di Bandarlampung dan sekitarnya, berhubungan dengan Madden Julian Oscillation (MJO) yang terpantau berada di kuadran 1.

“Kelembaban udara berpotensi cukup signifikan pada lapisan 850 mb hingga 500 mb di wilayah Lampung. Terdapat juga labilitas lokal kuat yang mendukung proses konvektif pada skala lokal. Artinya berpotensi hujan lebat yang dapat disertai kilatan petir dan angin kencang atau puting beliung,” terangnya.

Dilanjutkan, musim kemarau basah (masih ada hujan) diperkirakan akan ada hingga beberapa bulan ke depan.

“Masa musim kemarau dari Mei hingga Oktober. Sekarang ini kemarau basah. Kita prediksi hujan akan lebih sedikit (intensitasnya) pada Agustus dan September 2020,” pungkasnya. (mel/ais)

Komentar

Rekomendasi