oleh

Dapat Restu Demokrat, Ini Incaran Koalisi Yusuf Kohar

radarlampung.co.id – Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandarlampung M.Yusuf Kohar-Tulus Purnomo Wibowo kembali mendapatkan restu dari Partai Demokrat.

Hal tersebut terungkap saat penyerahan rekomendasi kepada Bapaslon ini langsung oleh Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yidhoyono (AHY) didampingi Ketua DPD Partai Demokrat Lampung M.Ridho Ficardo.
Surat Keputusan dengan Nomor: 124/SK/DPP.PD/VII/2020 diteken langsung AHY dan Sekjen Teuku Riefky Harsya.

Dengan kepastian ini, Yutuber (Yusuf-Tulus Bersama), sudah mengantongi tujuh kursi. Rinciannya lima dari Partai Demokrat, sementara dua kursi lainnya dari Perindo, dengan ketentuan syarat untuk menjadi kontestan Pilwakot minimal harus mengantongi10 kursi.

“Alhamdulillah, orang bilang saya tidak akan sanggup dapat perahu. Ya bersyukur ada jalannya,” ucapnya kepada Radar Lampung, Rabu (22/7).

Untuk kepastian parpol lain, kata dia masih melakukan penjajakan. Tidak hanya sebatas satu atau dua parpol saja. Tapi, kata dia semua parpol masih dalam melakukan penjajakan.
“Semua masih komunikasi. Untuk PDI Perjuangan, masih belum dan tidak tahu,” kata dia.

Beberapa waktu lalu, Yusuf mengungkapkan angka yakni 2-3-5-6. jika dikalkulasikan, perolehan dua kursi ada di Perindo, kemudian tiga kursi milik PKB. Lima kursi ada di Demokrat dan enam kursi antara PKS dan Golkar. Namun, saat itu dia berdalih bahwa itu merupakan tanggal lahirnya yakni 23 Mei 1960.

Namun, saat ditanya Radar Lampung, dari angka tersebut baru terwujud 2-5 saja, Yusuf mengisyaratkan memang angka tersebut merupakan simbol pemilik kursi di DPRD Bandarlampung yang merupakan incarannya.

“Ya, Insya Allah menyusul, kita selalu berdoa,” ungkapnya.
Jika dilihat struktur kursi di DPRD Bandarlampung, yang memiliki tiga kursi hanya PKB.

Saat diwawancara, Ketua DPC PKB Kota Bandarlampung Juanda mengisyaratkan bahwa partainya merekomendasi kan juga Bapaslon ini untuk berlayar ke Pilwakot Bandarlampung. Namun sayangnya, Juanda belum bisa memberikan kepastian lantaran hal tersebut merupakan kewenangan DPP.

“Iya sepertinya (Rekom ke Yusuf dan Tulus). Tapi, kan proses sudah di pusat. Kita tunggu saja. Kita ikut DPP, dan yang ngajak kita juga. Kan katanya politik berubah-berubah, tapi yang penting rukun,” selorohnya, melalui sambungan WhatsApp.

Sementara, Ketua DPD II Partai Golkar kota Bandarlampung Yuhadi mengatakan, sebagai pemilik enam kursi, dalam pilwakot, pihaknya hanya sebagai pelaksana dari DPP dan DPD I. “Jadi nanti apa yang diperintahkan DPP, dan Ketua DPD I pak Arinal, ya itu yang kami laksanakan,” ucapnya.

Kata Yuhadi, sejauh ini Partai Golkar Lampung maish belum mencabut Surat Tugas yang diberikan kepada Rycko Menoza. “Tentunya mas Rycko masih sangat berhati-hati menentukan sikap. Untuk berkoalisi dan mencari sesosok wakil. Kalau komunikasi ya kita intens kok dengan PPP sudah, PAN, PKS, Gerindra, Demokrat, termasuk PDI Perjuangan. Upaya strategis maish dijalankan partai Golkar. Dalam politik ini kan apa saja bisa terjadi,” kata dia. (abd/ang)

Komentar

Rekomendasi