oleh

Sehari, Pasien Covid-19 Yang Dirawat di RS Habiskan Rp7 Juta

radarlampung.co.id – Dalam sehari, pasien yang mendapatkan perawat di rumah sakit umum daerah Abdul Moeloek (RSUDAM) Bandarlampung bisa menghabiskan dana mencapai Rp7 juta per orangnya yang mendapatkan perawatan.

Hal ini diketahui usai digelarnya rapat dengar pendapat (RDP) antara Komisi V DPRD Provinsi Lampung dan Manajemen RSUDAM Rabu (22/7).

Direktur Utama RSUDAM, Hery Djoko Subandriyo menyebut angka tersebut didapat dari satu hari pasien Covid-19 yang di rawat inap. “Kalau sehari bisa sampai Rp7 juta. Kalau seminggu diakumulasikan bisa Rp28 juta,” beber Hery.

Dia mengatakan, setiap dua minggu pasien telah selesai dan langsung diaudit oleh BPJS secara objektif. Untuk selanjutnya dilakukan pembayaran oleh pemerintah pusat.

“Semuanya terkait anggaran telah tertuang di Permenkes dan mengacu dari data tersebut. Kemudian nantinya anggaran itu diverifikasi BPJS. Termasuk soal obat dan makanan pasien,” tambahnya.

Sementara Anggota DPRD Provinsi Lampung Deni Ribowo mengaku mendengar terkait dana Rp7 juta per hari yang dibutuhkan oleh pasien Covid-19. Namun dirinya berjanji bakal mendalami terkait dana tersebut.

“Tadi memang informasi nya rata-rata ketika keluar menghabiskan biaya 7 juta. Tapi saya perlu konfirmasi lagi ke mereka, kami ingin lihat sebenarnya seperti apa,” bebernya.

Kemudian dalam RDP tersebut, Deni menyebut beberapa hal dibahas mulai evaluasi kinerja dan mempertanyakan progres penyerapan anggaran. “Dari pertemuan itu kami menemukan rata-rata serapan anggaran 70%. Ini masih kurang maksimal, dan kami pertanyakan sejauh mana menghadapi new normal kan. Karena semakin hari ada penambahan kasus, hari ini juga ada penambahan lima pasien,” tambahnya.

Kemudian ada beberapa yang juga tanyakan soal kesejahteraan dari para dokter, karena bakal mempengaruhi semangat dokter. “Karena kami pernah menelusuri bahwa dirumah sakit swasta lebih sejahtera. Untuk meningkatkan pelayanannya kan harus kesejahteraan harus diperhatikan. Kami juga telusuri pembayara klaim BPJS semenjak pandemi. Ini memang sudah lancar,” tandasnya. (rma/ang)

Komentar

Rekomendasi