oleh

Lampung Bertambah 9 Kasus Baru, Bandarlampung-Lamsel Zona Oranye

RADARLAMPUNG.CO.ID-Provinsi Lampung mencatat penamnahan sembilan kasus baru Covid-19 per Kamis (23/7). Tak hanya penambahan kasus dibeberapa kabupaten/kota, dua daerah, Bandarlampung dan Lampung Selatan kini tercatat menjadi zona oranye.

Dari penambahan sembilan kasus, Juru bicara gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 provinsi Lampung, Reihana mengungkapkan empat orang berasal dari kota Bandarlampung, dua orang dari kabupaten Lampung Tengah, dua orang dari kabupaten Pringsewu, dan satu orang dari kabupaten Pesawaran.

“Dengan penambahan sembilan kasus baru, berarti jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 saat ini menjadi 246 kasus. Dengan 52 orang masih dirawat, 12 orang meninggal dan 182 orang sembuh,” beber Reihana.

Untuk pasien nomor 238 berusia 48 tahun, perempuan dari Bandarlampung merupakan hasil tracing dari pasien nomor 232 saat ini sedang menjalani isolasi di rumah sakit swasta di Bandarlampung. Pasien nomor 239, berusia 75 tahun perempuan dari Bandarlampung juga merupakan hasil tracing dari pasien nomor 232 saat ini lagi dirawat di ruang isolasi di rumah sakit swasta di Bandarlampung.

“Selanjutnya pasien nomor 240, berusia 9 tahun merupakan hasil tracing pasien nomor 232. Saat ini sedang diisolasi di rumah sakit swasta di Bandarlampung. Kemudian pasien nomor 241, 38 tahun laki-laki dari Bandarlampung yang merupakan mempunyai riwayat perjalanan pulang dari Sumatera Selatan. Saat ini sedang menjalani isolasi mandiri,” beber Reihana.

Kemudian pasien nomor 242, 46 tahun laki-laki berasal dari Lampung Tengah juga merupakan merupakan riwayat perjalanan dari Jakarta dan saat ini sedang melaksanakan isolasi di salah satu rumah sakit pemerintah di Metro. Pasien nomor 243, 24 tahun perempuan berasal dari Lampung Tengah juga merupakan ada riwayat perjalanan ke Jakarta dan saat ini pasien sedang dirawat di Lamteng. Pasien nomor 244, 34 tahun perempuan alamat dari Pringsewu kronologisnya merupakan hasil testing dari pasien nomor 223 kondisi saat ini adalah orang tanpa gejala sedang melakukan isolasi mandiri.

Selanjutnya pasien nomor 245, 27 tahun laki-laki dari kabupaten Pringsewu juga merupakan ada riwayat perjalanan dari Kalimantan dan saat ini merupakan orang tanpa gejala dan sedang menjalani isolasi mandiri. Pasien nomor 246 berusia 58 tahun perempuan dari kabupaten Pesawaran dan merupakan hasil tracing dari pasien nomor 223 dan saat ini sedang menjalani isolasi mandiri.

“Sementara ada tiga pasien sembuh, semuanya dari Bandarlampung. ketiga pasien itu mulai pasien kami nomor 150, 37 tahun laki-laki. Selanjutnya pasien nomor 203, 56 tahun laki-laki dan pasien nomor 206, 54 tahun perempuan ke semuanya yang sembuh berasal dari Bandarlampung,” tambahnya.

Sementara dua daerah mengalami perubahan zona. Bandarlampung dan Lampung Selatan kini berstatu zona oranye. Namun, Reihana menyebut masyarakat tidak perlu panik. Kuncinya, masyarakat harus tetap menjaga protokol kesehatan tetap dilakukan.

“Perubahan zona itu merupakan penilaian dan kajian dari gugus tugas pusat dan bisa terjadi setiap minggu, itu dilihat perkembangan kasus ada penambahan, sembuh meninggal, sistem kesehatan, dan sistem surveilans. Perubahan zona ya kalau kuning virusnya rendah, oranye penyebaran sedang dan merah tinggi. Selama pandemi masih berjalan kita tidak berpengaruh zona, tetap protokol kesehatan,” tambahnya.

Zona sendiri dibutuhkan untuk pembukaan sekolah. Meskipun akan berdampak pada masyarakat, namun Reihana memastikan untuk tetap jaga protokol kesehatan dalam aktivitas sehari-hari.

“Memang dampak perubahan zona masyarakat akan resah, kalau melihat daerah tinggalnya tidak lebih baik. Tapi yg erlu dilakukan dengan lakukan protokol kesehatan, yg perlu diingat virus tidak akan menular dengan protokol kesehatan yg ketat. Jangan menyeka mulut, hidung mata sebelum cuci tangan dengan sabun,” tandasnya. (rma/wdi)

Komentar

Rekomendasi