oleh

Unila Terima Tiga Gedung RSPTN Dari Pemkot Bandarlampung

RADARLAMPUNG.CO.ID – Universitas Lampung (Unila) resmi menerima tiga gedung Rumah Sakit Perguruan Tinggi Negeri (RSPTN), berikut satu gedung perkuliahan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung. Sekaligus pemberian penghargaan non akademik kepada Wali Kota Bandarlampung Herman H.N.

Rektor Unila Prof. Karomani mengatakan, penghargaan non akademik tersebut merupakan apresiasi dari rektor Unila sesuai dengan kewenangan yang dimiliki. Selain itu, hari ini juga merupakan hari bersejarah bagi Unila, sebab ada tiga unit gedung RSPTN, dan satu gedung di Fakultas Kedokteran Unila yang akan dimanfaatkan bagi pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi.

“Ini merupakan kepedulian yang luar biasa dari wali kota. Meskipun pendidikan tinggi tidak menjadi tanggung jawab Pemkot, tetapi Pemkot tetap memberikan dukungan kepada pendidikan tinggi,” ujarnya, Kamis (23/7).

Dikatakannya, wali kota juga mendukung greenmetric Unila dengan memberikan 1.000 batang bibit durian dan 30 ribu benih ikan yang disebar ke embung Unila.

“Dan tahun depan Pemkot juga akan memberikan bantuan gedung perkuliahan Fakultas Teknik senilai Rp27 miliar, dan bantuan renovasi Masjid Al Wasii sebesar Rp5 miliar. Jadi jika dikalkulasi, seluruh bantuan Pemkot mencapai Rp106 miliar,” imbuhnya.

Wali Kota Bandarlampung Herman H.N. menuturkan, dalam membantu, ia tidak pernah mengharapkan mendapatkan penghargaan, tetapi bagaimana caranya agar seluruh perguruan tinggi negeri di Lampung berkualitas. Namun, ia sangat berterima kasih atas penghargaan yang diberikan kepada dirinya.

“Sebelumnya pembangunan ini sempat mangkrak, tetapi kita beranikan diri untuk membantu dan membangun sesuai dengan keuangan Kota Bandarlampung. Karena kami ingin, bagaimana Unila bisa berani bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Saya yakin, Unila akan lebih bagus dari daerah lain,” pungkasnya.

Penghargaan non akademik tersebut mengacu pada Peraturan Rektor (Pertor) Nomor 12 Tahun 2020 tentang Pemberian Penghargaan Nonakademik. Dan peraturan tersebut berlaku universal. Artinya tidak hanya berlaku untuk satu orang, namun terbuka bagi siapa pun yang ingin berkontribusi bagi kemajuan dunia pendidikan, khususnya Unila. Kontribusi tersebut bisa berwujud jasa maupun prestasi luar biasa.

Penghargaan Dana Wira Utama Nugraha memiliki makna pemimpin yang dermawan pada bidang pendidikan. Kemudian, gedung baru tersebut diberi nama ragom gawi, yang bermakna bergotong royong bekerja sama, bersatu dalam roda pembangunan dan pantang menyerah. (rur/sur)

Komentar

Rekomendasi