oleh

Berhentikan Tri Herlianto Sebagai Dosen, UBL Telusuri Gelar Akademiknya

RADARLAMPUNG.CO.ID – Rektor Universitas Bandar Lampung (UBL) Prof. Dr. Ir. M. Yusuf Sulfarano Barusman, MBA. membenarkan DR. S. Tri Herlianto, orang yang menyamar sebagai anggota TNI AD adalah dosen tidak tetap di kampusnya.

“Dia dosen tidak tetap. Itukan masalah pribadi. Tapi, langsung kita keluarkan sebagai dosen tidak tetap. Masalahnya, dia inikan bukan dosen kita. Dia itu hanya part time saja,” katanya kepada Radar Lampung via telepon, Sabtu (25/7).

Terkait kegiatan mengajar di UBL, Barusman mengaku tidak mengetahui secara pasti. Bahkan, matakuliah yang dimiliki juga tidak tahu. “Itu saya kurang paham juga. Biasanyakan pihak fakultas atau dari unitnya,” ujarnya.

Namun, dirinya penasaran dengan kasus tersebut. Sehingga, saat ini pihaknya tengah menyelidiki kebenaran gelar yang disandang Tri Herlianto. “Ini sedang kita selidiki juga. Mudah-mudahan benar kalau gelarnya itu. Kita masih coba konfirmasi ke Undip (Universitas Diponegoro),” bebernya.

Diketahui, oknum sipil yang menyamar sebagai TNI AD bernama DR. S. Tri Herlianto. Diserahkan ke Polresta Bandarlampung oleh Denpom II/3 Lampung. Penyerahan ini, dilakukan untuk mendalami. Sejauh mana keterlibatan oknum tersebut.

Hingga kini. Pihak dari Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Bandarlampung masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. “Motifnya masih akan kami dalami,” kata Kasat Reskrim Kompol Resky Maulana, Jumat (24/7).

Termasuk melakukan pendataan. Siapa yang menjadi korban dari oknum TNI AD menyamar berpangkat Letkol tersebut. “Itu dasar kita melakukan pemeriksaan. Kami juga ingin mengetahui siapa korbannya. Modusnya seperti apa,” kata dia.

Hingga kini pihaknya masih menunggu beberapa laporan dari korban. Tentunya ini untuk menaikan status oknum tersebut.

“Kalau ada (laporan). Baru kami naikan statusnya. Saat ini masih penyelidikan. Apabila terpenuhi alat bukti. Tentunya dua alat bukti yang cukup maka kita tingkat kan ke tahap penyidikan,” bebernya.

Diberitakan sebelumnya, Mengaku sebagai oknum Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI AD. Juga Badan Intelijen Negara (BIN) dan perwira TNI. DR. S. Tri Herlianto. Diciduk Denpom II/3 Lampung.

Warga Jalan Ratu Dibalau, Kel. Tanjung Senang, Bandarlampung, itu diringkus di depan Hotel Grand Praba –Jalan Wolter Monginsidi, pada Kamis (23/7) malam kemarin.

Informasi yang dihimpun radarlampung.co.id, tidak hanya mengaku sebagai perwira TNI AD berpangkat Letkol. Oknum berusia 55 tahun itu juga merupakan dosen tetap di universitas swasta. Yang di Bandarlampung.

Terungkapnya penangkapan oknum ini. Berdasarkan laporan dari kuasa hukum PT. Mitra Kosasih –Angga Revanda, Adi Gunawan dan Cakra Biksa Surabaya. Kliennya mengaku ditipu sebesar Rp3 miliar. Untuk pembangunan klinik.

Kapenrem 043/Gatam Mayor Inf Joko Warsito menjelaskan, hingga saat ini pihak Denpom II/3 Lampung telah melimpahkan nya ke Polresta Bandarlampung. “Yang bersangkutan sudah ditindaklanjuti ke pihak kepolisian,” katanya, Jumat (24/7).

“Dari kami (Denpom II/3) hanya memproses pengakuan ia sebagai anggota,” kata dia.

Juga dari tangan pelaku. Pihak Denpom II/3 Lampung mengamankan barang bukti: satu unit kendaraan CJ-7. Plat Dinas TNI AD. “Beberapa senjata softgun. Dan perangkat TNI AD. Pun ada kartu anggota juga,” tandasnya. (apr/ang/yud)

Komentar

Rekomendasi